Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

12 May 2016

Unknown

Belajar Dari Pengalaman

Belajar Dari Pengalaman
ilustrasi

Belajar dari pengalaman merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi seseorang. Dalam perjalanan seseorang pastinya memiliki berbagai pengalaman yang dirasakan, banyak hal yang dialami dalam kehidupan ini.

Penglaman setiap orang pastinya berbeda, pengalaman adalah harta yang sangat berharga, harta yang kita miliki bisa hilang, habis ataupun rusak, sedangkan pengalaman akan tetap ada dalam pikiran kita.

Setiap pengalaman yang kita lalui tentunya memiliki kesan tersendiri, dari pengalaman itulah kita dapat mengambil pelajaran.

Dengan pengalaman yang menyenangkan, kita dapat mengambil pelajaran bahwa ternyata Allah telah mengatur skenario kehidupan kita dengan begitu indah. Sehingga kita dapat merasakan berbagai kesenangan tersebut. Dari sanalah kita dapat belajar untuk selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan.

Dengan pengalaman yang menyedihkan, kita dapat belajar bahwa ternyata dalam proses kehidupan, kita tidak selalu memperoleh kebahagiaan. Sesekali kita harus diuji. Sejauh mana ketaqwaan kita kepada Allah.

Dari pengalaman yang selama ini kita lalui tetaplah bersyukur, menyikapi dengan bijak pengalaman yang kita dapatkan. Belajarlah dari setiap pengalaman, karena pengalaman adalah guru kehidupan yang selalu ada bersama kita.

09 May 2016

Unknown

Bersemangat Pada Hal Yang Bermanfaat


Bersemangat pada hal yang bermanfaat merupakan kebaikan yang harus senantiasa dilakukan oleh seorang mukmin, bersemangat dalam berbagai perkara yang bermanfaat baik dalam dunia maupun akhirat. sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits

Dari sahabat Abu Hurairah, Bersabda Rasulullah, “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”. HR. Muslim

Banyak faidah yang bisa kita ambil dari hadits diatas, dan sebenarnya dari hadits diatas kita bisa memahami faidahnya dengan mudah dan jelas. Beberapa pelajaran penting dari hadits diatas adalah

1. Kekuatan iman
Sifat kuat yang dimaksud disini kembali kepada penyebutan Mukmin, yaitu keimanan yang kuat. Pada asalnya kekuatan fisik bukanlah hal yang terpuji atau tercela, tetapi akan lebih baik jika kekuatan fisik ini dapat mendukung kuatnya iman.

2. Allah memiliki sifat cinta
Karena Allah mencintai orang beriman dengan keimanan yang lebih kuat.

3. Masing-masing mu’min yang kuat ataupun yang lemah memiliki kebaikan
Seseorang yang memiliki keimanan walaupun lemah masih lebih baik daripada orang kafir bagaimanapun baiknya orang kafir tersebut.

4. Memohon pertolongan kepada Allah
Seharusnya seorang mu’min tidak menggantungkan keberhasilan urusan dunia atau akhiratnya hanya kepada kemampuan dirinya saja tanpa memohon pertolongan kepada Allah.

5. Meyakini taqdir Allah
Apabila sesuatu yang kita rencanakan tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka kita tidak boleh mengatakan “Kalau aku mengerjakan ini, pasti hasilnya akan begini dan begini”. Karena ucapan yang demikian dapat membuka pintu dari syaithan. Akan tetapi kita diperintahkan untuk mengatakan “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al”. Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi. Karena belum tentu hal yang kita sukai baik bagi kita.

Allah berfirman:
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”” (QS. Al An’am:59).

17 December 2015

Unknown

Sukses Tidak Selamanya Harus Cerdas

Sukses Tidak Selamanya Harus Cerdas
ilustrasi
Setiap orang tentu menginginkan kesuksesan. Dan kesuksesan yang mengharapkan pun berbeda-beda. Namun yang pasti, sukses itu berarti menginginkan sesuatu yang lebih, yang dapat menjadikan dirinya sebagai orang yang berbeda dari sebelumnya. Namun, kebanyakan orang berpendapat bahwa orang yang sukses itu hanya dapat diraih oleh orang-orang yang cerdas. Benarkah demikian?

Orang sukses tidak selamanya harus cerdas, walau pun memang kecerdasan itu mempengaruhi. Namun, kecerdasan itu hanya berlaku 20% untuk meraih kesuksesan. Dan 80 %nya ialah orang yang memiliki etika yang baik. Itulah syarat menjadi orang yang sukses menurut Susi Safitri A. Md, mahasiswi FIKOM Universitas Padjajaran (UNPAD).

Jadi, etikalah yang paling mempengaruhi kesuksesan seseorang. Mengapa demikian? Karena dalam lingkungan masyarakat yang dipandang baik ialah mereka yang mampu berbaur dengan lingkungannya secara baik pula. Berawal dari sikap baiknya itu, maka masyarakat akan memadang bahwa kita merupakan orang cerdas, sehingga kita dapat menjadi orang kepercayaan dilingkungan itu.

Namun demikian, bukan berarti kita mengesampingkan kecerdasan, karena walau bagaimana pun orang yang cerdas memiliki tingkat pemahaman beretika yang berbeda. Maka, pendidikan perlu untuk dilakukan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, maka seseorang akan semakin mengetahui beretika yang baik di lingkungan masyarakat.

Etika yang baik dapat kita raih pula dari pengalaman hidup untuk bersikap baik. Dan dari dunia pendidikan itulah yang dapat kita raih. Tak perlu merasa bahwa kita ini orang yang rendah, sehingga tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan. Kita harus optimis, jikalau kita mempunyai tujuan atau niat yang baik, pasti selalu saja ada jalan untuk meraihnya. Jadi, tetaplah semangat untuk meraih kesuksesan, karena sukses itu hak setiap manusia. [Sumber: islampos]

12 December 2015

Unknown

11 Pemuda Islam Terbaik Sepanjang Sejarah

11 Pemuda Islam Terbaik Sepanjang Sejarah

Inilah beberapa contoh pemuda Islam di zaman salafus sholeh.

  1. Usamah bin Zaid 18 tahun. Memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu.
  2. Sa’d bin Abi Waqqash 17 tahun. Yang pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah. Termasuk dari enam orang ahlus syuro.
  3. Al Arqam bin Abil Arqam 16 tahun. Menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasul Shallallahu’alahi wasallam selama 13 tahun berturut-turut.
  4. Zubair bin Awwam 15 tahun. Yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah. Diakui oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai hawari-nya.
  5. Zaid bin Tsabit 13 tahun. Penulis wahyu. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani sehingga menjadi penterjemah Rasul Shallallu’alalihi wasallam. Hafal kitabullah dan ikut serta dalam kodifikasi Al Qur’an.
  6. Atab bin Usaid. Diangkat oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai gubernur Makkah pada umur 18 tahun.
  7. Mu’adz bin Amr bin Jamuh 13 tahun dan Mu’awwidz bin ‘Afra 14 tahun. Membunuh Abu Jahal, jenderal kaum musyrikin, pada perang Badar.
  8. Thalhah bin Ubaidullah 16 tahun. Orang Arab yang paling mulia. Berbaiat untuk mati demi Rasul Shallallahu’alaihi wasallam pada perang Uhud dan menjadikan dirinya sebagai tameng bagi Nabi.
  9. Muhammad Al Fatih 22 tahun. Menaklukkan Konstantinopel ibu kota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa.
  10. Abdurrahman An Nashir 21 tahun. Pada masanya Andalusia mencapai puncak keemasannya. Dia mampu menganulir berbagai pertikaian dan membuat kebangkitan sains yang tiada duanya.
  11. Muhammad Al Qasim 17 tahun. Menaklukkan India sebagai seorang jenderal agung pada masanya.
Kisah yang tak terhitung dalam goresan sejarah Islam. Cukuplah hal itu sebagai pengingat keagungan pemuda dalam masyarakat Islam. Semoga Allah membimbing kita & anak-anak kita menjadi pemuda Islam yang tangguh. [Sumber: fimadani]

11 December 2015

Unknown

Antara Hidup dan Gaya Hidup

Antara Hidup dan Gaya Hidup
Antara Hidup dan Gaya Hidup
Oleh Mas Saptuari*

Kenalan saya seorang perencana keuangan di Jakarta punya banyak klien dari kalangan artis, dia cerita waktu itu pernah dicurhati seorang artis yang tiap hari nongol di tv, terkenal dimana-mana, tapi buat bayar cicilan mobil 5 juta saja tidak punya.. Gaya hidup akhirnya meremukkan hidupnya.

Saya pernah kenal seorang presenter TV nasional, kalo sedang tampil rapi pakai jas rapi sekali, hanya sekali ketemu di seminar, dia minta nomer HP. Sebulan kemudian dia SMS..
“Mas, saya pinjam uangnya 1 juta bisa? Minggu depan saya kembalikan..”
Walaaah..

Tahun 2009 malah ada vokalis band terkenal, saya kenal sejak 2003 ketika dulu masih kerja di EO sering saya ketemu waktu saya jadi stage manager. Lagunya ngehits di semua radio, satu sore ngajak ketemu.. Ujung-ujungnya pinjam uang dengan alasan ini itu.. Dan sampai hari ini tidak pernah dikembalikan hingga tahun-tahun berlalu.

Kisah Ustad Luqmanul Hakim gak kalah unik, waktu masih kuliah S2 di Malaysia dia diundang makan di sebuah restoran mewah oleh salah satu kawannya. Ustad Luqman bahkan diminta memindahkan parkiran motor bututnya agar tidak menggangu pemandangan di halaman depannya. Usai makan, kawannya justru curhat dan minta nasehat, sambil menunjuk mobil mewah di halaman depan yang sudah 6 bulan cicilannya belum terbayar.

Betul kan, rejeki dari Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup, tapi TAK AKAN CUKUP untuk gaya hidup.

Kisah nyata sebaliknya dari Ustad Luqman,
Seorang ibu tua dengan kain jarik datang ke sebuah masjid usai jumatan, panitia dan takmir sedang berkumpul sambil duduk menghitung uang hasil infak jamaah hari itu. Ketika ibu itu datang dengan baju sangat biasa dan berkain jarik, salah seorang dari mereka berdiri, mendekati ibu itu sambil berkata, “maaf bu, disini tidak menerima sumbangan..”

Ibu itu membuka lipatan kain jariknya, mengeluarkan uang berwarna merah, biru, merah, biru, merah, biru.. berlembar-lembar banyaknya, sambil berkata, “Maaf nak, saya mau ikut bersedekah untuk pembangunan masjid ini.. Ini uangnya mohon diterima..”

Seketika para takmir itu menunduk, tak ada yang berani memandang wajah ibu itu.. Salah tingkah dan menahan malu..

Kawanku.. Hari terus berganti, matahari datang pagi ini, dan menghilang sore nanti..

Usia kita terus bertambah, tanpa sadar banyak hal yang begitu saja kita lewatkan hanya untuk mengejar dunia yang sementara.

Padahal esok pada waktunya, kita semua saat pulang ternyata hanya dibungkus kain kafan tak bersaku.. Tak ada bekal uang yang berlaku.

Semua harta yang selama ini kita kejar habis-habisan, ternyata semu belaka.. Pangkat, jabatan, kemewahan yang selama ini dibanggakan akan berakhir ditimpun tanah kuburan.

Banyak orang yang mengejar label kaya dengan menggadaikan dunianya, harga diri sudah musnah entah kemana. Sementara, banyak orang yang diam-diam ternyata kaya raya, dan lebih suka mencari muka hanya pada Tuhannya.

Benar kata kawan saya Mas Arief Budiman..
ORANG KAYA adalah orang yang selalu merasa cukup, sehingga dia terus berbagi..
ORANG MISKIN adalah orang yang selalu merasa kurang, hingga dia terus meminta-minta…

Salam,
@Saptuari

__
Sumber: fb TAUFIQ YUNIARTO / pkspiyungan

09 December 2015

Unknown

Menjadi Muslimah yang Istiqomah

Menjadi Muslimah yang Istiqomah
ilustrasi
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

Dalam ayat diatas tertulis dengan jelas bahwa Allah menjanjikan surga bagi mereka yang istiqomah dalam kebaikan. Sebab Allah tahu bahwa istiqomah bukan hal yang mudah. Mewujudkan pribadi yang istiqomah butuh pengorbanan. Bukan hanya sehari dua hari namun terus sepanjang hari.

Istiqomah memang tidak mudah namun bukan hal yang mustahil. Apabila diniatkan dengan sungguh-sungguh, maka istiqomah akan mengalir dengan sendirinya, menjadi kebiasaan dan kebudayaan dalam hidup.Bagi yang sedang belajar atau pun yang sudah istiqomah berikut ini ada beberapa tips yang bisa diaplikasikan untuk menumbuhkan keistiqomahan.

Membiasakan Diri Memberi Arti
Caranya mudah, pastikan untuk ambil bagian disetiap kebaikan. Jangan biarkan orang lain mengambil kesempatan kita untuk berbuat baik. Saling berebut kebaikan, bukan saling mendahulukan. Sekecil apapun manfaat yang bisa kita berikan, pastikan kita lakukan. Tidak perlu banyak berpikir. Misalnya ada saudari kita yang sepertinya membutuhkan bantuan, tawarkan bantuan sebelum dia meminta tolong. Biasakan untuk peka pada setiap celah kebaikan.

Meningkatkan Visualisasi Balasan di Dunia dan Akhirat
Allah selalu punya cara untuk mengingatkan hambaNya. Kadang cara mengingatkannya berupa balasan di dunia, namun bisa jadi ditangguhkan di akhirat. Sebelum melakukan keburukan, biasakan untuk memvisualisasikan balasan apa yang akan segera didapatkan bila hal itu dilakukan. Atau bila visualisasi balasan membuat kita takut, bayangkan apa yang kita dapatkan bila meninggalkan sebuah keburukan karena Allah. Ingat-ingat apa yang akan Allah berikan sebagai ganti apabila kita berani melepas keburukan untuk melakukan kebaikan.

Bercermin Kepada Orang Lain dalam Hal Berkorban
Kita juga perlu contoh dari lingkungan sekitar dalam hal kebaikan. Melihat kebaikan orang lain akan membuat diri kita tidak merasa paling baik sendiri. Sebab kita tahu masih banyak orang-orang yang jauh lebih baik berada di sekitar kita. Melihat kebaikan orang lain juga membuat iklim kompetisi dalam diri kita menjadi tumbuh. Sehingga ada keinginan untuk berbuat kebaikan lebih banyak dan lebih sering dari pada orang lain.

Menyakini Pengorbanan Kita Bermanfaat Bagi Orang Lain
Salah satu yang kadang menjadi penghalang kita untuk berbuat baik adalah tidak yakin bahwa apa-apa yang kita lakukan bermanfaat untuk orang lain. Perasaan was-was karena takut mengganggu dan mencampuri urusan orang lain hanyalah bujuk rayu syetan agar kita tidak jadi menebar manfaat. Maka mulai saat ini buang jauh-jauh perasaan takut untuk berkorban. Ingatlah bahwa dalam diri kita selalu ada hak orang lain yang harus segera kita tunaikan.

Senantiasa Berdoa agar Dimudahkan dalam Berbuat Kebaikan
Kebaikan yang kita lakukan sejatinya berasal dari Allah. Maka jangan dulu berbangga diri apabila hari ini sudah melakukan sekian banyak kebaikan. Sebab bila Allah tidak mengijinkan kebaikan tersebut muncul dari diri kita, maka kebaikan tersebut tidak akan terjadi. Karenanya, mari biasakan diri untuk berdoa agar Allah selalu ijinkan kita untuk terus menebar kebaikan. Semoga Allah terus mampukan diri ini untuk menabur benih kebaikan dimana pun.

[Sumber: fimadani.com]

29 May 2015

Unknown

Remaja Potensi Vs Remaja Modern

Remaja Potensi Vs Remaja Modern
Remaja (ilustrasi)
Ngomongin remaja jaman sekarang biasanya cenderung connect ama yang namanya love, emotion, mood, attitude. Remaja menjadi salah satu pemegang tongkat estafet suatu bangsa.

Remajalah yang nantinya akan menggantikan dan meneruskan misi bangsa. Sebuah Negara dapat dikatakan berhasil dan maju bisa dilihat dari tingkah laku dan pola pikirnya.

Pemuda atau remaja punya semangat yang sangat luar biasa. Pemuda pula yang pemilik gagasan emas yang ada didalamnya. Pemuda sangat berperan dalam mengekplor beih-benih kapabelitasnya contohnya mereka lebih senang dengan tantangan disbanding harus diam.

Namun faktanya pemuda hari ini banyak mengikuti pedoman gaya hedon atau hura-hura. Dalam data riset tahun 2008 remaja seirig jaman nya waktu perkembangan remaja malah anjlok. Terlebih tahun yang tercatat sebanyak 286.494 pengguna narkoba.

Selain itu tidak hanya pengguna narkoba, pelaku aborsi marak menjadi perbincangan negeri ini dengan peningkatan 2,5 juta kasus pertahun. Na’udzubillah.

Trend yang menjadi acuan prilaku menjadi langkah eksis seseorang berada dalam kondisi seperti itu, contoh halnya ngedugem dibilang eksis, dan orang yang tidak ikut tawuran dikatakan banci.

Pemikiran dan gaya yang nyeleneh seperti ini sangat dilarang oleh islam dan neraka jahanam menjadi balasannya.

Remaja yang berpotensi tentu akan berpikir dua kali dan menimbang yag baik untuk dirinya. Islam sangat menganjurkan dan mewajibkan seorang muslim dapat berpedoman pada Al-Qur’an untuk mengatur persoalan hidup sampai kita mati.

Islam dan segala perangkatnya seyogyanya akan membawa kita kedalam kebaikan, dan bermanfaat untuk mengobarkan semangat islam yang sesungguhnya. Mereka yang kuat dengan kondisi jaman sekarang, maka dialah pemenangnya.

Sumber : Majalah D’rise/islampos.com

25 May 2015

Unknown

Jauhilah Prasangka Buruk

berpikir positif
Berpikir Positif
bila sudah prasangka buruk yang dikedepankan | sampai kapanpun tak mencapai kebenaran

karena prasangka itu cenderung mengkhayal dan menambah-nambah | merangkai cerita baru demi pembenaran bukan kebenaran

prasangka itu pintu masuk syaitan dan awal musibah | musibahnya bagi diri juga ditimpakan pada yang lain

prasangka itu ranah anggapan bukan kenyataan | ada di ranah pembenaran bukan kebenaran

bila prasangka buruk sudah mendahului menguasai akal dan hati | percuma penjelasan ribuan paragraf karena prasangka sebabkan tuli

prasangka menutup pintu kebenaran dan barakahnya ilmu | asyik masyuk dalam kabar burung dan anggapan belaka

ada ribuan kebaikan diluar sana yang bisa diterima | namun bila sudah berprasangka engkau buta

berprasangka baiklah tentang dirimu | tentang diri kita dan tentang mereka | berprasangka baiklah kepada Allah

bila itu kewajiban dakwah maka sampaikan dengan kebaikan | bukan mengusik dengan prasangka dan penghakiman

bila prasangka buruk kita pada saudara Muslim ternyata benar | tutuplah aibnya agar Allah tutupi pula aib kita kelak di akhirat

tidak ada kebaikan pada prasangka buruk dengan saudara | salah atau benar prasangka buruk kita tetap celaka

*dari fb Ustadz Felix Siauw

29 October 2014

Unknown

Jangan Menunggu Waktu

waktu, sukses, semangat
Kita simak perkataan dari Ibnu Umar :
“Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi, dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore.
Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.”

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari perkataan Ibnu Umar tersebut, pertama kita harus bersegera dalam beramal, karena sampai kapanpun tidak akan tahu kan kapan ajal menjemput, yang kedua waktu itu akan terus berjalan kedepan dan tidak akan mundur kebelakang jadi kita harus pergunakan waktu yang kita dapatkan dengan sebaik-baiknya, dan jagalah waktu karena dia sering kita lupakan.

Itulah beberapa faedah dari perkataan Ibnu Umar, jika kita berada di pagi hari kemudian menunggu waktu sore hari, maka kita akan banyak berandai andai, sedangan perkataan "seandainya tadi...." merupakan celah yang akan dimanfaatkan syetan dalam mengajak manusia kedalam kesesatan.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Alloh dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, ‘Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu’ Akan tetapi katakanlah, ‘QaddarAllohu wa maa syaa’a fa’ala, Alloh telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya’. Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim)

Maka dari itu, yuk kita pergunakan waktu, jangan menunggu waktu, sebagai penutup mari kita simak ayat Al Quran dibawah ini

“Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al Insyirah: 7)

26 March 2014

FatahKun

Mengeluh Indikasi Tidak Bersyukur

Mengeluh Indikasi Tidak Bersyukur
Allah Swt. berfirman dalam QS An-nahl : 18, artinya : “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.”

Ketika seseorang hanyut dalam keluhan, panca inderanya pun tak mampu lagi memainkan perannya untuk melihat, mendengar, mencium dan merasakan nikmat yang bertebaran diberikan oleh Allah Swt. tak henti-hentinya. Hatinya serta merta buta dari mengingat dan bersyukur atas nikmat Allah yang tiada terbatas. Itulah sifat manusia yang selalu mempunyai keinginan yang tidak terbatas dan tidak pernah puas atas pemberian Allah kecuali hamba-hamba yang bersyukur dan itu hanya sedikit.

Pada zaman Sayyidina Umar al-Khattab, ada seorang pemuda yang sering berdoa di sisi Baitullah yang maksudnya: “Ya Allah! Masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit.”
Doa beliau didengar oleh Sayyidina Umar ketika beliau (Umar) sedang melakukan tawaf di Ka’bah. Umar heran dengan permintaan pemuda tersebut. Selepas melakukan tawaf, Sayyidina Umar memanggil pemuda tersebut dan bertanya, “Mengapa engkau berdoa sedemikian rupa (Ya Allah! masukkanlah aku dalam golongan yang sedikit), apakah tidak ada permohonan lain yang engkau mohonkan kepada Allah?”

Pemuda itu menjawab, “Ya Amirul Mukminin! Aku membaca doa itu karena aku takut dengan penjelasan Allah dalam surah Al-A’raaf ayat 10, yang artinya: ‘Sesungguhnya Kami (Allah) telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber/jalan) penghidupan. (Tetapi) amat sedikitlah kamu bersyukur’. Aku memohon agar Allah memasukkan aku dalam golongan yang sedikit, (lantaran) terlalu sedikit orang yang tahu bersyukur kepada Allah,” jelas pemuda tersebut.

Semoga kita menjadi hamba-hamba yang dikategorikan sedikit oleh Allah dalam ayat tersebut. Dengan selalu menjaga ikhlas dan sabar terhadap segala kejadian atau ketentuan yang diberikan oleh Allah. Dan berprasangka positif bahwa apa yang telah terjadi adalah yang terbaik menurut Allah, sehingga hanya rasa syukur saja yang terlintas di benak, terucap di bibir dan terlihat dari tindakan karena sesungguhnya jika kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmat-Nya dan jika kita ingkar, sesunggunya azab Allah sangat pedih (QS Ibrahim:7).
http://www.eramuslim.com/

25 November 2011

FatahKun

Tetap Optimistis

Oleh Ustadz Toto Tasmara

Akhir perjalanan sudah pasti, sedangkan bekal belum lagi terisi. Maka, jika napas masih berdesah dan mentari masih hangat dirasakan, tak perlu berkeluh kesah meratapi masa lalu yang telah pergi. Tak juga berkhayal melukis langit tiada bertepi. Masa lalu adalah lembaran kertas yang telah terbakar yang tidak meninggalkan apa pun, kecuali kenangan keceriaan atau pahit getirnya pengalaman. Hari kemarin telah berlalu, hari esok belum lagi tentu. Maka, anggap saja hidup kita hanyalah hari ini, agar diri kita sibuk mengisi bekal menuju hari nanti. Kekasih abadi mengetuk nurani, "Hai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang dipersiapkannya untuk hari esok ...." (59: 18).

Sambil mempersiapkan bekal, seorang yang hatinya berpaut cinta Ilahi akan melepaskan pandangannya sejenak ke masa lalu, membuka album tua yang telah kusam. Bukan untuk berhenti atau terperangkap dalam nostalgia tanpa prestasi, melainkan sebagai penyegar semangat dengan menimba pengalaman membaca sejarah. Sungguh sudah berlalu sunah-sunah Allah untuk menjadi berita pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (QS Ali Imran [3]: 137).

Membaca sejarah berarti menimba hikmah untuk dijadikan pedang kelewang menebas segala kebodohan dan kebatilan. Dan sejatinya, cara kita menyikapi sejarah harus bertanya, "Mengapa, bagaimana, dan apa akibatnya? Bukan hanya berhenti pada siapa, kapan, dan di mana?"

Kita harus mampu menganalisis dengan bertanya. Mengapa peristiwa itu terjadi? Bagaimana caranya agar hal-hal yang tidak kita inginkan dapat kita hindari? Apa akibat atau risikonya bagi eksistensi dan keberhasilan cita-cita kita?

Dengan pendekatan seperti ini, sejarah akan menjadi inspirasi dan motivasi unggul untuk menghasilkan prestasi "ulil al-bab" sebagai bentuk pertanggungjawaban manusia dalam kedudukannya sebagai khalifah fil ardhi (divine vicegerency).

Hanya bangsa yang besar yang memahami makna kesejarahannya. Dan bangsa yang memutus tali kesejarahannya akan lenyap ditelan gelombang peradaban yang tak kenal belas kasihan. Berbekal sejarah, ia tak kenal rasa takut menatap masa depan. Karena bagi dirinya, setiap hari adalah saat terbaik mengerahkan segala potensi meraih prestasi. Hari ini tidak bisa digugat. Sepiring nasi yang terhidang hari ini lebih berarti dari emas permata di hari esok. Ya, hari inilah milikmu. Bukankah ada pepatah indah, "Bekerjalah kamu seakan kamu akan hidup selamanya dan beribadahlah kamu seakan kamu akan mati esok hari."

Karena milikmu hanya ada di hari ini, maka tebarkanlah benih amal manfaat betapa pun esok bekal kiamat tak ada kata henti menikam hasrat. Tetaplah optimistis menanti semburat cahaya mentari. Orang optimis itu sungguh jauh dari sifat berkeluh kesah. Karena, ratapan penyesalan hanya merobek jiwa dan menambah sesaknya dada. Mereka yakin, pada setiap bercak dosa dan nista sesunguhnya selalu ada pintu-pintu pengampunan-Nya. Di setiap penyakit ada obatnya. Di setiap kegagalan ada sukses yang menunggu. Maka tetaplah optimistis.

Republika.co.id

04 November 2011

FatahKun

Optimisme di pagi hari

Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezqi Tuhanmu dan janganlah kamu menjadi golongan orang-orang yang lalai, karena sesungguhnya Allah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ''Tiada suatu hari bagi para hamba yang bangun pagi-pagi kecuali dua malaikat akan turun. Salah satu dari malaikat itu berkata, 'Ya Allah, berikanlah kepada orang yang bersedekah dengan pahalanya.' Malaikat yang kedua berkata, 'Ya Allah, berikanlah kerusakan pada orang yang kikir'.'' (HR Bukhari).

Hari terus berganti, roda kehidupan tak henti menggelinding. Manusia sebagai bagian dari alam yang terus bergerak ini, hendaknya bisa memanfaatkan momentum untuk mendapatkan kebaikan, dari hari ke hari.

Pagi hari mengawali denyut aktivitas manusia yang berbeda-beda. Manusia keluar dari rumah, menyebar di muka bumi, mencari penghidupan, dan meninggalkan sejenak keluarga di rumah. Wajah-wajah segar setelah beristirahat semalam mengiringi langkah yang optimistis.

Pagi selalu hadir dan itu berarti optimisme untuk mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang mungkin didapatkan di hari kemarin. Dan, memang demikianlah manusia; harus senantiasa optimistis, seoptimistis pagi yang selalu menyapa.'

Mengawali hari dengan niat baik dan dengan aktivitas yang baik adalah karakter yang seharusnya dimiliki oleh orang Mukmin. Sehingga, hari demi hari, kebaikanlah yang ia dapatkan. Tidak hanya kebaikan yang sifatnya materi, tetapi juga nonmateri.

Momentum pergantian hari dengan demikian justru menjadikannya semakin mulia di mata Allah SWT dan terhormat di mata manusia. Hasil yang didapatkannya pun bermanfaat buat dirinya dan keluarga serta lingkungan sekitar.

Pada hadist di atas, Rasulullah SAW mengungkapkan ada dua malaikat yang setiap pagi mendoakan manusia. Satu mendoakan kebaikan dan satunya lagi mendoakan keburukan.

Manusia yang memulai hari dengan baik (digambarkan dengan orang yang bersedekah) akan didoakan kebaikan oleh malaikat. Sementara manusia yang memulai hari dengan buruk (digambarkan dengan orang kikir) akan didoakan keburukan oleh malaikat lainnya.

Namun kerap kali, aktivitas manusia yang begitu padat membuatnya lupa untuk berniat melakukan kebaikan di pagi hari. Akibatnya, yang dihasilkan di hari itu pun hanya keuntungan yang sifatnya materi, kalau tidak malah kerugian karena sudah berniat buruk.

Rasulullah SAW, melalui hadist itu, mengingatkan kita untuk selalu mengawali hari dengan kebaikan. Awal yang baik akan menghasilkan akhir yang baik pula.

Beberapa Tips agar bisa menjadikan Pagi Hari dengan semangat dan optimis;

1. Awali Tidur dan Akhiri dengan berdoa
Hudzaifah r.a. dan Abu Dzarr keduanya berkata : Adalah Rasulullah saw. jika akan tidur membaca : bismikallahumma ahya wa amutu (Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati), dan apabila bangun tidur membaca ; alhamdulillahil ladzi ahyana ba'da ma amatana wailaihin nusyur (Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit). (HR.Bukhari)

2. Ketika Bangun Tidur selalu Ingatlah Allah,  Jangan dahulukan memikirkan Dunia dulu.
3. Jangan Tidur lagi
Dari Fathimah binti Muhammad RA ia berkata : Rasulullah SAW melewati aku sedangkan ketika itu aku tiduran di waktu pagi. Maka beliau menggerak-gerakkan aku dengan kaki beliau, kemudian bersabda, "Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezqi Tuhanmu dan janganlah kamu menjadi golongan orang-orang yang lalai, karena sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla membagi rezqi manusia antara terbit fajar sampai terbit matahari". [HR. Baihaqi]

4. Aktif Bekerja dengan Niat Ibadah
Dari Salim, dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah cinta kepada orang mukmin yang aktif ". [HR. Baihaqi]

5. Harapkanlah Keberkahan. Kuantitas tanpa keberkahan adalah kerugian

23 May 2011

FatahKun

Hadits Hadits Motivasi Menuntut dan Menyebarkan Ilmu

Sesungguhnya orang yang menunjuki kebaikan, sama (pahalanya) dengan orang yang melakukan itu  (hasan sahih)    

Seorang yang faqih itu lebih berat bagi setan daripada seribu orang ahli ibadah. (gharib – dhaif)    

Barangsiapa yang di kehendaki Allah kebaikan padanya, niscaya Dia memahamkannya dalam agama (hasan sahih)    

Barangsiapa yang sengaja berbohong atas namaku maka hendaklah mempersiapkan tempat duduknya di neraka. (sahih – mutawatir)    

Barangsiapa berjalan di suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (hasan)    

Barang siapa yang belajar ilmu maka itu adalah kafarat bagi apa yang pernah lalu (dhaif)    

Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu yang dia ketahui kemudian dia menyembunyikannya, maka dia akan dicambuk pada hari kiamat dengan cambuk dari neraka (hasan)    

Barangsiapa belajar Ilmu untuk selain Allah atau menginginkan selain Allah, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya (kelak) di neraka (hasan)    

Kalimat hikmah adalah barang seorang mukmin yang hilang, maka dimana saja ia menemukannya ia lebih berhak untuk mengambilnya (gharib – dhoif)    

Barangsiapa menghidupkan sunnahku, berarti dia mencintaiku dan barangsiapa mencintaiku, maka dia akan bersamaku di surga (hasan gharib)    

Barangsiapa menuntut ilmu untuk mendebat para ulama, atau untuk mengolok-olok orang bodoh atau untuk mengalihkan pandangan manusia kepadanya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam neraka (dhaif)    

Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan cara mencabutnya langsung dari manusia, akan tetapi Dia mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, hingga ketika Dia tidak meninggalkan seorang alim (di muka bumi) maka manusia menjadikan orang-orang jahil sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, maka mereka memberikan fatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan. (sahih)    

Allah memperindah seseorang yang mendengar perkataanku, dia memahaminya, menghafalnya dan menyampaikannya, bisa jadi orang yang mengusung fiqih menyampaikan kepada orang yang lebih faqih darinya. Dan tiga perkara yang mana hati seorang muslim tidak akan dengki terhadapnya; mengikhlaskan amalan karena Allah, saling menasehati terhadap para pemimpin kaum muslimin, berpegang teguh terhadap jama’ah mereka, sesungguhnya da’wah meliputi dari belakang mereka.” (sahih)    

Barangsiapa menyeru kepada petunjuk maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun“. ( hasan shahih)    

Barangsiapa mensunnahkan sunnah kebaikan, lalu dia diikuti atasnya, maka dia mendapatkan pahalanya dan seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa mensunnahkan sunnah kejelekan, lalu dia diikuti atasnya, maka dia mendapatkan dosanya dan dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun (hasan sahih)    

Keutamaan seorang alim dari seorang abid seperti keutamaanku dari orang yang paling rendah di antara kalian,  kemudian beliau melanjutkan sabdanya: “Sesungguhnya Allah, MalaikatNya serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang ada di dalam sarangnya sampai ikan paus, mereka akan mendoakan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (gharib – sahih)    

Aku wasiatkan kepada kalian untuk (selalu) bertaqwa kepada Allah, mendengar dan ta’at meskipun terhadap seorang budak habasyi, sesungguhnya siapa saja diantara kalian yang hidup akan melihat perselisihan yang sangat banyak, maka jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang dibuat-buat, karena sesungguhnya hal itu merupakan kesesatan. Barangsiapa diantara kalian yang menjumpai hal itu hendaknya dia berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham.(sahih)    

Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang belajar Al Qur`an dan mengajarkannya (HR Bukhari)
    
“Barangsiapa berbicara tentang Kitabullah ‘azza wajalla menggunakan pendapatnya, meskipun benar maka ia telah salah.” (HR Abu Daud) – ada perawi yang tidak kuat     

“Demi Allah, sekiranya Allah memberi petunjuk kepada seorang laki-laki melalui perantaramu, maka itu lebih baik bagimu dari unta merah.” (HR Ibnu Majah, Abi Daud)    

Dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan yang berhubungan dengannya, atau seorang yang ‘alim dan mengajarkan ilmunya. (HR Ibnu Majah 4102)     

“Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya karena Allah Azza Wa Jalla, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan sebagian dari dunia, maka ia tidak akan mendapatkan baunya Surga pada Hari Kiamat. (HR Ahmad, Abi Daud, Ibn Majah)     

Perumpamaan agama yang aku diutus Allah ‘azza wajalla dengannya, yaitu berupa petunjuk dan ilmu ialah bagaikan hujan yang jatuh ke bumi. Diantaranya ada yang jatuh ke tanah subur yang dapat menyerap air, maka tumbuhlah padang rumput yang subur. Diantaranya pula ada yang jatuh ke tanah keras sehingga air tergenang karenanya. Lalu air itu dimanfaatkan orang banyak untuk minum, menyiram kebun dan beternak. Dan ada pula yang jatuh ke tanah tandus, tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Seperti itulah perumpamaan orang yang mempelajari agama Allah dan mengambil manfaat dari padanya, belajar dan mengajarkan, dan perumpamaan orang yang tidak mau tahu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku di utus dengannya.” HR Bukhari Muslim

14 February 2011

FatahKun

Bagaimana Membakar Semangat Diri?

Kurangnya kepercayaan diri menyebabkan motivasi “sudah dipadamkan sejak awal”. Yakni dengan berpikir negatif terlebih dahulu terhadap diri sendiri. Motivasi membutuhkan “lahan” yang tepat untuk tumbuh. “Lahan” itu adalah kepercayaan diri. Ada beberapa kiat praktis untuk meningkatkan rasa percaya diri di antaranya: Prakarsai pembicaraan, Biasakan bicara terus terang, Memelihara kontak mata, Berjalan lebih cepat, Berpenampilan rapi, Carilah kemenangan-kemenangan kecil, Beri diri sendiri hadiah, Biasakan duduk di kursi terdepan, Bergaulah dengan orang yang percaya diri, Simpan prestasi masa lalu, Biasakan berbahasa positif.

Proses merupakan lahannya sebuah usaha. Dan di sinilah ujian sesungguhnya dari apa-apa yng kita inginkan. Agar proses dapat berjalan dengan konsisten ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan bila mana kita menemui kejenuhan dalam proses di antaranya:

1. Pikiran dan orientasi Anda selalu kepada pencapaian cita-cita mulia. Selama Anda selalu berpikir dan berorientasi kepada cara untuk mencapai cita-cita mulia berarti Anda tetap berada dalam kesuksesan. Tidak peduli apakah Anda memikirkannya di alam sadar atau di alam bawah sadar Anda. Bahkan sebenarnya ketika alam bawah sadar selalu berpikir untuk mencapai cita-cita, hal itu menunjukkan kemapanan dan kekokohan dari orientasi Anda terhadap pencapaian cita-cita. Ini lebih baik. Sebab ketika alam bawah sadar turut bekerja untuk mencapai cita-cita, energi tubuh Anda akan bekerja secara refleks membentuk kebiasaan-kebiasaan yang mendukung pencapaian cita-cita Anda.

2. Prioritas kegiatan Anda lebih banyak untuk mencapai cita-cita mulia Anda tidak dikatakan sebagai orang yang selalu berpikir kepada pencapaian cita-cita mulia jika waktu Anda tidak diprioritaskan untuk mencapai cita-cita tersebut. Indikatornya adalah seberapa lama Anda mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk mencapai cita-cita mulia jika dibandingkan apa yang Anda korbankan untuk hal-hal lain di luar pencapaian cita-cita mulia Anda. Semakin lama waktu yang Anda prioritaskan untuk pencapaian cita-cita mulia berarti semakin sukses Anda. Sebaliknya, semakin sedikit waktu yang Anda berikan untuk mencapai cita-cita mulia berarti semakin jauh Anda dari kesuksesan. Di sini dibutuhkan keberanian untuk mengatakan ‘tidak’ kepada setiap ajakan atau tawaran beraktivitas di luar pencapaian cita-cita mulia. Anda harus fokus kepada pencapaian cita-cita Anda.

3. Upaya Anda mencapai cita-cita dilakukan dengan cara-cara yang benar Tidak ada rumus menghalalkan segala cara untuk mencapai cita-cita. Jika Anda berhasil mencapai cita-cita tapi dengan cara melanggar kebenaran universal, Anda telah gagal sebelum berhasil mencapai cita-cita. Hasil yang Anda dapatkan bukanlah kesuksesan sejati, tapi kesuksesan semu.

4. Anda terus mencoba mencapai cita-cita walau gagal berungkali Jika Anda terus mencoba walau gagal berungkali untuk mencapai cita-cita berarti Anda tetap sukses. Kegagalan dalam mencapai cita-cita mulia bukanlah kegagalan sesungguhnya. Ia merupakan takdir dan misteri Ilahi. Hal itu berada di luar kendali Anda. Tugas Anda hanyalah berusaha semaksimal mungkin dengan terus mencoba dan mencoba tanpa putus asa. Alexander Pope mengatakan: “Semua orang tidak perlu malu karena berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya.”

13 February 2011

FatahKun

Mengenal Diri Sendiri

mengenal diri sendiri amat penting dalam hidup ini. Sebab orang yang mengenal dirinya akan mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Ia akan pandai menempatkan diri dalam pergaulan. Juga mampu mengelola kelebihannya (potensi) untuk meraih kesuksesan hidup di masa depan.


Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengenal diri sendiri adalah :

1. Mencatat kelebihan dan kekurangan kita. Ambil waktu yang luang dan tenang untuk melakukan hal ini. Lalu biarkan pikiran kita menjelajah masa lalu. Catat prestasi-prestasi yang pernah kita lakukan, sifat-sifat kita yang baik atau yang kurang baik atau kesukaan (hobi) yang kita miliki. Bisa juga kita minta bantuan orang yang kita percayai dan mengenal diri kita secara dekat untuk ditanyai tentang apa sebenarnya kelebihan dan kekurangan kita.

2. Untuk membantu mengenal kelebihan dan kekurangan diri dekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dengan ibadah, Allah akan memberikan banyak hidayah kepada kita, termasuk lebih mengenal diri sendiri. “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik”. (QS. 59 :19).

3. Gunakan catatan itu untuk memperbaiki kekurangan kita. Sebaliknya, menggunakan kelebihan yang kita miliki untuk merancang cita-cita yang sesuai dengan potensi (kelebihan) yang kita miliki.

4. Jangan lakukan mengenal diri hanya dengan mengenal kekurangan diri kita saja. Sebabnya dampaknya membuat kita menjadi minder. Apalagi jika kekurangan tersebut adalah kekurangan yang dicapkan orang lain kepada kita. Jangan hidup dengan label yang diberikan orang lain kepada kita padahal kita belum tentu seperti itu. Misalnya, kita percaya bahwa kita orang malas hanya karena beberapa orang mengatakan hal itu, padahal sebenarnya kita adalah orang yang rajin.

5. Mengenal diri sebenarnya bukan hanya siapa diri kita pada saat ini, tapi juga siapa diri kita di masa mendatang (konsep diri). Oleh sebab itu, kita bisa membentuk diri kita seperti apa yang kita kehendaki. Caranya, masukkan terus menerus pikiran positif seperti apa diri kita di masa mendatang. Yakin bahwa kita bisa berubah seperti apa yang kita maui. Niscaya diri kita di masa mendatang akan lebih baik dari diri kita di masa kini (terjadinya peningkatan kualitas diri).

05 December 2010

FatahKun

Esensi Kehidupan adalah Memberi

memberi, motivasi, kehidupan
Jika kita tau siapa diri kita,darimana berasal,untuk apa hidup didunia,setelah itu mau kemana lagi melangkah/melanjutkan hidup, rasanya jika tiap diri ini sadar akan semua hal itu tak akan banyak kita temui keluh kesah dalam menjalani kehidupan ini.

Kehidupan ini sendiri adalah pemberian dari Sang Maha Pemberi. Saat kita dilahirkan ke dunia ini, kita pun mendapat pemberian kasih sayang dari orang tua. Bayangkan jika kita lahir tanpa ada orang yang memberi kasih sayang itu, niscaya kita tak kan ada sampai saat ini. Semua hal yang kita manfaatkan dalam hidup ini adalah pemberian(taken for granted). Apa yang diberikan itu tanpa pamrih. Tanpa mengharap balasan.

Saat ini kita telah dewasa, atau lebih dari kata dewasa itu sendiri. Sudah saatnya untuk tidak hanya menerima, tapi memberi. Memberi apa yang kita punya dan kita sanggup untuk memberikannya. Tidak perlu muluk-muluk, hal-hal yang sederhana saja. Memberikan senyuman ke orang yang berpapasan dengan kita, memberikan kasih sayang dan perhatian ke orang tua kita. Membuatkan minuman mungkin, memberikan salam saat pergi ataupun pulang, atau juga memberikan ciuman di tangan beliau.

Adanya kehidupan kita saat ini tidaklah secara tiba-tiba, dan tidaklah dengan sendirinya tanpa ada tanpa campur tangan orang lain. Orang-orang disekeliling kita sangat berperan akan keberadaan kita. Tapi mengapa banyak yang tidak menyadarinya? Oleh karenanya, saatnya untuk memberi.

Banyak hal yang ingin kita capai,seperti pekerjaan,cita-cita,jodoh kita dan lain sebagainya,sebelum kita dapatkan harus ada perjuangan, yakni tenaga ,pikiran dan waktu. Ada pepatah berilah, maka kau akan menerima lebih. Hal ini bukan berarti apa yang dilakukan adalah berpamrih, mengharapkan imbalan. Memberi merupakan tolak ukur kesadaran dan keikhlasan. Jika memberi dengan diiringi keinginan untuk suatu balasan, dan penerima pun mengabulkannya, maka itu bukanlah pemberian yang utuh. Namun sebuah  negosiasi. Negosiasi berkutat antara untung dan rugi. Bukan lagi mendasarkan pada hati nurani.

Setiap pemberian pasti ada balasannya, akan dilipat gandakan. Jika anda tidak percaya, cobalah dan lakukanlah. Lihat dan hitunglah dengan objektif. Balasan itu tidak hanya berupa nominal angka mata uang, tidak juga barang, namun juga bisa berupa hadirnya kesempatan, terjaganya kesehatan, bertambahnya ilmu pengetahuan dan masih banyak lagi manfaat yang didapatkan. Belum lagi bertambahnya pahala.

Jika tiap orang sadar dan faham arti memberi ini,mungkin tidak akan kita temukan istilah pelit, sengsara atau miskin. tiap orang yang sadar hidupnya adalah pemberian akan memberikan lagi kepada orang lain baik itu moril atau materil. Kembali kepadanya dalam bentuk lain, sehingga seperti sebuah siklus. (resensi.net)

12 October 2010

FatahKun

Jangan sedih karena kritik

Kritiklah yang membantu kita mnyempurnakan langkah.

Tidak perlu memasukan kritik ke dalam hati. Tidak perlu merasa kalah dan jadi pecundang ketika kritik dilemparkan kepada kita. Tidak usah pedulikan kritik, justru bersegeralah mengintrospeksi diri siapa tahu kritik itu membangunkan kita dari kebutaan mengenali diri. Jika perlu koreklah kejelasan mengapa kritik itu dilemparkan kepada kamu, dan uapayakn pengambilan langkah lebih baik setelah mengetahui jelas mengenai kritik itu. Terimalah kritik dengan respek dan bersahabat. Jadikan orang yang mengkritik menjadi mata kamu ketika kamu lupa diri.

Memang sangat sulit menerima suatu kritik, karena itulah kita harus mengetahui cara menghadapi atau memberi kritik secara konstruktif.

Kritik jika diberikan secara tepat akan memberikan informasi yang akan meningkatkan kualitas diri dan secara terus menerus memberikan kemajuan pribadi yang berarti. Kita bisa memanfaatkan kritik sebagai komponen menuju keunggulan diri.


Kunci penting menangani kritik.

1. Dengarkan secara cermat kritik yang disampaikan dan pastikan kamu benar-benar memahami kritik yang diberikan.

2. Jangan berasumsi dengan cepat bahwa si pengkritik benar atau salah. Sempatkan menilainya secara dewasa.

3. Jangan menerima kritik secara pasif atau jadi korban yang tidak berdaya.

4. Jika memang kritik itu benar, jangan pernah merasa bersalah secara berlebihan.

5. Jangan emosional ketika menghadapi kritik.

10 October 2010

FatahKun

Jangan dulu puas

Jika kita sudah mendapatkan yang besar, kenapa ikan kecilnya harus kita lepaskan? Kenapa tidak dua-duanya kita ambil?

Dunia memang bukan segala-galanya. Namun untuk mencapai dunia kita harus merasa bahwa kita hidup untuk seribu tahun, sehingga apa yang akan kita upayakan selalu lebih giat. Demikian pula ketika kita beribadah, kita harus merasa bahwa hidup kita akan berakhir hari ini. Kedua-duanya akan membuat kita tidak puas.

Ketidakpuasan kadang menuntut kita untuk melakukan lebih dari apa yang sudah kita lakukan dan dapatkan. Akan tetapi, ketidakpuasan memang membuat kita selalu saja berpikir lebih maju.

Dengan ketidakpuasan kita selalu berusaha mendayagunakan seluruh kekuatan diri untuk pencapaian hal yang lebih baik lagi. Lebih…….. lebih……… lebih………, dan lebih baik !

Jangan puas pada apa yang kita miliki. Ketidakpuasan bukan berarti tidak menikmati apapun, akan tetapi ketidakpuasan lebih kepada keinginan kita untuk memenuhi dahaga akan sesuatu. Dahaga akan memperoleh ilmu dunia dan akhirat.

Selagi kita masih diberikan kesempatan untuk mendapatkan hal yang lebih baik maka kita harus dapat memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin. Jangan dilalaikan setiap kesempatan untuk perkembangan kita.


3 alasan kita hanya tidak boleh merasa puas

1. Mengenal Allah.
2. Menambah keimanan.
3. Mencari ilmu pengetahuan.


"Ambillah kesempatan lima sebelum lima, mudamu sebelum tua, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum melarat, hidupmu sebelum mati, dan senggangmu sebelum sibuk." (HR Hakim dan Baihaqi)

09 October 2010

FatahKun

Kalau gagal, engga apa-apa

Seharusnya kita merasa beruntung masih mndapatkan kegagalan karena dengan begitu kita dapat mencapai kebahagiaan

Gagal kan bukan berarti menutup jalan masa depanmu, justru kegagalan merupakan awal dari masa depan yang kamu idamkan.

Marilah kita sama-sama belajar dari kegagalan dan memaknainya selalu. Kegagalan memang manusiawi, sebab manusia memiliki keterbatasan dalam hidupnya. Manusia tidak diciptakan menjadi makhluk serba tahu. Manusia barulah akan mengetahui banyak hal ketika dia banyak melakukan percobaan. Ketika menang, akhirnya kita tahu bagaimana kita bisa melangkahkan kaki untuk menjadi pemenang, demikian pula ketika gagal, akhirnya kita juga semakin tahu di sebelah mana yang dapat menyebabkan kegagalan. Tentunya setelah itu, kita tidak boleh melakukan kegagalan yang sama secara berulang-ulang.

Jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang kita inginkan jangan kecewa pada kegagalan. Jika kita ingin mendapatkan kebaikan, belajarlah dari kegagalan. Kegagalan yang diberikan Allah harus kita manfaatkan sebagai ajang introspeksi diri. Jangan biarkan kegagalan hanya menyisakan kesedihan dan kita tidak sukses mengambil pelajaran yang diberikan.



Manfaat kegagalan

 
1. Kegagalan akan memberika kita tambahan pengetahuan (ilmu).
2. Kegagalan yang disikapi dengan positif akan memberikan tambahan kekuatan untuk menjalani hidup.
3. Kegagalan adalah tangga untuk meraih prestasi.
4. Kegagalan akan memberikan banyak hikmah, sehingga kita dapat melakukan langkah berikutnya dengan lebih baik.



"Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu." (QS. Muhammad : 31)

08 October 2010

FatahKun

Masa depan ada di tanganmu

Orang lain hanya sebagai penonton atas segala yang terjadi dalam hidup karena masa depan bukan diberikan oleh mereka tapi diusahakan oleh diri kita sendiri.

Allah menghendaki kemudahan bagi kita dan kita mengupayakan segalanya di tangan kita. Impikan masa depan yang gemilang. Janganlah puas dengan hal yang biasa, umum, dan rata-rata. Prestasi yang biasa, teman-teman yang biasa, keadaan yang biasa, lingkungan yang biasa. Berusahalah untuk menemukan apa yang membuat kamu unik dan asli. Ingatlah, kamu adalah makhluk yang Allah ciptakan dengan segala kesempurnaan, bahkan ketika kamu merasa kamu biasa-biasa saja.

Perubahan menuju sesuatu yang lebih baik hanya akan kamu dapatkan ketika kamu mengupayakan dengan uasaha dan doa bukan sekedar berpangku tangan menunggu keajaiban.

Situasi apapun bisa kita perbaiki dengan melakukan sesuatu yang berarti. Ketika kita berada pada kondisi tidak beruntung, maka kita akan mampu menjadi si beruntung saat mampu mengupayakan mimpi menjadi kenyataan. Masa depan ada di tanganmu sejauh mana kamu mampu meraihnya dengan keyakinan diri dan berpikir kamu mampu.

Tidak ada seorang pun yang mampu menolong diri kira dari situasi ketidakberuntungan selain diri kita sendiri. Kitalah yang menolong diri kita sendiri. Segeralah meyakini bahwa masa depan diupayakan oleh diri kita, masa depan ada di tangan kita.


Bagaimana mengupayakan bangkit dari keterpurukan

1. Pertebal keyakinan diri untuk bisa bangkit.
2. Pertolongan dan nasihat tidak banyak membantu kecuali kita membantu diri kita sendiri.


"sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-ra'ad : 11)