Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

12 May 2016

Unknown

Belajar Dari Pengalaman

Belajar Dari Pengalaman
ilustrasi

Belajar dari pengalaman merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi seseorang. Dalam perjalanan seseorang pastinya memiliki berbagai pengalaman yang dirasakan, banyak hal yang dialami dalam kehidupan ini.

Penglaman setiap orang pastinya berbeda, pengalaman adalah harta yang sangat berharga, harta yang kita miliki bisa hilang, habis ataupun rusak, sedangkan pengalaman akan tetap ada dalam pikiran kita.

Setiap pengalaman yang kita lalui tentunya memiliki kesan tersendiri, dari pengalaman itulah kita dapat mengambil pelajaran.

Dengan pengalaman yang menyenangkan, kita dapat mengambil pelajaran bahwa ternyata Allah telah mengatur skenario kehidupan kita dengan begitu indah. Sehingga kita dapat merasakan berbagai kesenangan tersebut. Dari sanalah kita dapat belajar untuk selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan.

Dengan pengalaman yang menyedihkan, kita dapat belajar bahwa ternyata dalam proses kehidupan, kita tidak selalu memperoleh kebahagiaan. Sesekali kita harus diuji. Sejauh mana ketaqwaan kita kepada Allah.

Dari pengalaman yang selama ini kita lalui tetaplah bersyukur, menyikapi dengan bijak pengalaman yang kita dapatkan. Belajarlah dari setiap pengalaman, karena pengalaman adalah guru kehidupan yang selalu ada bersama kita.

09 May 2016

Unknown

Bersemangat Pada Hal Yang Bermanfaat


Bersemangat pada hal yang bermanfaat merupakan kebaikan yang harus senantiasa dilakukan oleh seorang mukmin, bersemangat dalam berbagai perkara yang bermanfaat baik dalam dunia maupun akhirat. sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits

Dari sahabat Abu Hurairah, Bersabda Rasulullah, “Mu’min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu’min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi”. HR. Muslim

Banyak faidah yang bisa kita ambil dari hadits diatas, dan sebenarnya dari hadits diatas kita bisa memahami faidahnya dengan mudah dan jelas. Beberapa pelajaran penting dari hadits diatas adalah

1. Kekuatan iman
Sifat kuat yang dimaksud disini kembali kepada penyebutan Mukmin, yaitu keimanan yang kuat. Pada asalnya kekuatan fisik bukanlah hal yang terpuji atau tercela, tetapi akan lebih baik jika kekuatan fisik ini dapat mendukung kuatnya iman.

2. Allah memiliki sifat cinta
Karena Allah mencintai orang beriman dengan keimanan yang lebih kuat.

3. Masing-masing mu’min yang kuat ataupun yang lemah memiliki kebaikan
Seseorang yang memiliki keimanan walaupun lemah masih lebih baik daripada orang kafir bagaimanapun baiknya orang kafir tersebut.

4. Memohon pertolongan kepada Allah
Seharusnya seorang mu’min tidak menggantungkan keberhasilan urusan dunia atau akhiratnya hanya kepada kemampuan dirinya saja tanpa memohon pertolongan kepada Allah.

5. Meyakini taqdir Allah
Apabila sesuatu yang kita rencanakan tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka kita tidak boleh mengatakan “Kalau aku mengerjakan ini, pasti hasilnya akan begini dan begini”. Karena ucapan yang demikian dapat membuka pintu dari syaithan. Akan tetapi kita diperintahkan untuk mengatakan “Qodarulloh wa maa syaa’a fa’al”. Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi. Karena belum tentu hal yang kita sukai baik bagi kita.

Allah berfirman:
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”” (QS. Al An’am:59).

17 December 2015

Unknown

Sukses Tidak Selamanya Harus Cerdas

Sukses Tidak Selamanya Harus Cerdas
ilustrasi
Setiap orang tentu menginginkan kesuksesan. Dan kesuksesan yang mengharapkan pun berbeda-beda. Namun yang pasti, sukses itu berarti menginginkan sesuatu yang lebih, yang dapat menjadikan dirinya sebagai orang yang berbeda dari sebelumnya. Namun, kebanyakan orang berpendapat bahwa orang yang sukses itu hanya dapat diraih oleh orang-orang yang cerdas. Benarkah demikian?

Orang sukses tidak selamanya harus cerdas, walau pun memang kecerdasan itu mempengaruhi. Namun, kecerdasan itu hanya berlaku 20% untuk meraih kesuksesan. Dan 80 %nya ialah orang yang memiliki etika yang baik. Itulah syarat menjadi orang yang sukses menurut Susi Safitri A. Md, mahasiswi FIKOM Universitas Padjajaran (UNPAD).

Jadi, etikalah yang paling mempengaruhi kesuksesan seseorang. Mengapa demikian? Karena dalam lingkungan masyarakat yang dipandang baik ialah mereka yang mampu berbaur dengan lingkungannya secara baik pula. Berawal dari sikap baiknya itu, maka masyarakat akan memadang bahwa kita merupakan orang cerdas, sehingga kita dapat menjadi orang kepercayaan dilingkungan itu.

Namun demikian, bukan berarti kita mengesampingkan kecerdasan, karena walau bagaimana pun orang yang cerdas memiliki tingkat pemahaman beretika yang berbeda. Maka, pendidikan perlu untuk dilakukan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, maka seseorang akan semakin mengetahui beretika yang baik di lingkungan masyarakat.

Etika yang baik dapat kita raih pula dari pengalaman hidup untuk bersikap baik. Dan dari dunia pendidikan itulah yang dapat kita raih. Tak perlu merasa bahwa kita ini orang yang rendah, sehingga tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan. Kita harus optimis, jikalau kita mempunyai tujuan atau niat yang baik, pasti selalu saja ada jalan untuk meraihnya. Jadi, tetaplah semangat untuk meraih kesuksesan, karena sukses itu hak setiap manusia. [Sumber: islampos]

12 December 2015

Unknown

11 Pemuda Islam Terbaik Sepanjang Sejarah

11 Pemuda Islam Terbaik Sepanjang Sejarah

Inilah beberapa contoh pemuda Islam di zaman salafus sholeh.

  1. Usamah bin Zaid 18 tahun. Memimpin pasukan yang anggotanya adalah para pembesar sahabat seperti Abu Bakar dan Umar untuk menghadapi pasukan terbesar dan terkuat di masa itu.
  2. Sa’d bin Abi Waqqash 17 tahun. Yang pertama kali melontarkan anak panah di jalan Allah. Termasuk dari enam orang ahlus syuro.
  3. Al Arqam bin Abil Arqam 16 tahun. Menjadikan rumahnya sebagai markas dakwah Rasul Shallallahu’alahi wasallam selama 13 tahun berturut-turut.
  4. Zubair bin Awwam 15 tahun. Yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah. Diakui oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai hawari-nya.
  5. Zaid bin Tsabit 13 tahun. Penulis wahyu. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa Suryani sehingga menjadi penterjemah Rasul Shallallu’alalihi wasallam. Hafal kitabullah dan ikut serta dalam kodifikasi Al Qur’an.
  6. Atab bin Usaid. Diangkat oleh Rasul Shallallahu’alaihi wasallam sebagai gubernur Makkah pada umur 18 tahun.
  7. Mu’adz bin Amr bin Jamuh 13 tahun dan Mu’awwidz bin ‘Afra 14 tahun. Membunuh Abu Jahal, jenderal kaum musyrikin, pada perang Badar.
  8. Thalhah bin Ubaidullah 16 tahun. Orang Arab yang paling mulia. Berbaiat untuk mati demi Rasul Shallallahu’alaihi wasallam pada perang Uhud dan menjadikan dirinya sebagai tameng bagi Nabi.
  9. Muhammad Al Fatih 22 tahun. Menaklukkan Konstantinopel ibu kota Byzantium pada saat para jenderal agung merasa putus asa.
  10. Abdurrahman An Nashir 21 tahun. Pada masanya Andalusia mencapai puncak keemasannya. Dia mampu menganulir berbagai pertikaian dan membuat kebangkitan sains yang tiada duanya.
  11. Muhammad Al Qasim 17 tahun. Menaklukkan India sebagai seorang jenderal agung pada masanya.
Kisah yang tak terhitung dalam goresan sejarah Islam. Cukuplah hal itu sebagai pengingat keagungan pemuda dalam masyarakat Islam. Semoga Allah membimbing kita & anak-anak kita menjadi pemuda Islam yang tangguh. [Sumber: fimadani]

11 December 2015

Unknown

Antara Hidup dan Gaya Hidup

Antara Hidup dan Gaya Hidup
Antara Hidup dan Gaya Hidup
Oleh Mas Saptuari*

Kenalan saya seorang perencana keuangan di Jakarta punya banyak klien dari kalangan artis, dia cerita waktu itu pernah dicurhati seorang artis yang tiap hari nongol di tv, terkenal dimana-mana, tapi buat bayar cicilan mobil 5 juta saja tidak punya.. Gaya hidup akhirnya meremukkan hidupnya.

Saya pernah kenal seorang presenter TV nasional, kalo sedang tampil rapi pakai jas rapi sekali, hanya sekali ketemu di seminar, dia minta nomer HP. Sebulan kemudian dia SMS..
“Mas, saya pinjam uangnya 1 juta bisa? Minggu depan saya kembalikan..”
Walaaah..

Tahun 2009 malah ada vokalis band terkenal, saya kenal sejak 2003 ketika dulu masih kerja di EO sering saya ketemu waktu saya jadi stage manager. Lagunya ngehits di semua radio, satu sore ngajak ketemu.. Ujung-ujungnya pinjam uang dengan alasan ini itu.. Dan sampai hari ini tidak pernah dikembalikan hingga tahun-tahun berlalu.

Kisah Ustad Luqmanul Hakim gak kalah unik, waktu masih kuliah S2 di Malaysia dia diundang makan di sebuah restoran mewah oleh salah satu kawannya. Ustad Luqman bahkan diminta memindahkan parkiran motor bututnya agar tidak menggangu pemandangan di halaman depannya. Usai makan, kawannya justru curhat dan minta nasehat, sambil menunjuk mobil mewah di halaman depan yang sudah 6 bulan cicilannya belum terbayar.

Betul kan, rejeki dari Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup, tapi TAK AKAN CUKUP untuk gaya hidup.

Kisah nyata sebaliknya dari Ustad Luqman,
Seorang ibu tua dengan kain jarik datang ke sebuah masjid usai jumatan, panitia dan takmir sedang berkumpul sambil duduk menghitung uang hasil infak jamaah hari itu. Ketika ibu itu datang dengan baju sangat biasa dan berkain jarik, salah seorang dari mereka berdiri, mendekati ibu itu sambil berkata, “maaf bu, disini tidak menerima sumbangan..”

Ibu itu membuka lipatan kain jariknya, mengeluarkan uang berwarna merah, biru, merah, biru, merah, biru.. berlembar-lembar banyaknya, sambil berkata, “Maaf nak, saya mau ikut bersedekah untuk pembangunan masjid ini.. Ini uangnya mohon diterima..”

Seketika para takmir itu menunduk, tak ada yang berani memandang wajah ibu itu.. Salah tingkah dan menahan malu..

Kawanku.. Hari terus berganti, matahari datang pagi ini, dan menghilang sore nanti..

Usia kita terus bertambah, tanpa sadar banyak hal yang begitu saja kita lewatkan hanya untuk mengejar dunia yang sementara.

Padahal esok pada waktunya, kita semua saat pulang ternyata hanya dibungkus kain kafan tak bersaku.. Tak ada bekal uang yang berlaku.

Semua harta yang selama ini kita kejar habis-habisan, ternyata semu belaka.. Pangkat, jabatan, kemewahan yang selama ini dibanggakan akan berakhir ditimpun tanah kuburan.

Banyak orang yang mengejar label kaya dengan menggadaikan dunianya, harga diri sudah musnah entah kemana. Sementara, banyak orang yang diam-diam ternyata kaya raya, dan lebih suka mencari muka hanya pada Tuhannya.

Benar kata kawan saya Mas Arief Budiman..
ORANG KAYA adalah orang yang selalu merasa cukup, sehingga dia terus berbagi..
ORANG MISKIN adalah orang yang selalu merasa kurang, hingga dia terus meminta-minta…

Salam,
@Saptuari

__
Sumber: fb TAUFIQ YUNIARTO / pkspiyungan

09 December 2015

Unknown

Menjadi Muslimah yang Istiqomah

Menjadi Muslimah yang Istiqomah
ilustrasi
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.” (QS. Fushilat: 30)

Dalam ayat diatas tertulis dengan jelas bahwa Allah menjanjikan surga bagi mereka yang istiqomah dalam kebaikan. Sebab Allah tahu bahwa istiqomah bukan hal yang mudah. Mewujudkan pribadi yang istiqomah butuh pengorbanan. Bukan hanya sehari dua hari namun terus sepanjang hari.

Istiqomah memang tidak mudah namun bukan hal yang mustahil. Apabila diniatkan dengan sungguh-sungguh, maka istiqomah akan mengalir dengan sendirinya, menjadi kebiasaan dan kebudayaan dalam hidup.Bagi yang sedang belajar atau pun yang sudah istiqomah berikut ini ada beberapa tips yang bisa diaplikasikan untuk menumbuhkan keistiqomahan.

Membiasakan Diri Memberi Arti
Caranya mudah, pastikan untuk ambil bagian disetiap kebaikan. Jangan biarkan orang lain mengambil kesempatan kita untuk berbuat baik. Saling berebut kebaikan, bukan saling mendahulukan. Sekecil apapun manfaat yang bisa kita berikan, pastikan kita lakukan. Tidak perlu banyak berpikir. Misalnya ada saudari kita yang sepertinya membutuhkan bantuan, tawarkan bantuan sebelum dia meminta tolong. Biasakan untuk peka pada setiap celah kebaikan.

Meningkatkan Visualisasi Balasan di Dunia dan Akhirat
Allah selalu punya cara untuk mengingatkan hambaNya. Kadang cara mengingatkannya berupa balasan di dunia, namun bisa jadi ditangguhkan di akhirat. Sebelum melakukan keburukan, biasakan untuk memvisualisasikan balasan apa yang akan segera didapatkan bila hal itu dilakukan. Atau bila visualisasi balasan membuat kita takut, bayangkan apa yang kita dapatkan bila meninggalkan sebuah keburukan karena Allah. Ingat-ingat apa yang akan Allah berikan sebagai ganti apabila kita berani melepas keburukan untuk melakukan kebaikan.

Bercermin Kepada Orang Lain dalam Hal Berkorban
Kita juga perlu contoh dari lingkungan sekitar dalam hal kebaikan. Melihat kebaikan orang lain akan membuat diri kita tidak merasa paling baik sendiri. Sebab kita tahu masih banyak orang-orang yang jauh lebih baik berada di sekitar kita. Melihat kebaikan orang lain juga membuat iklim kompetisi dalam diri kita menjadi tumbuh. Sehingga ada keinginan untuk berbuat kebaikan lebih banyak dan lebih sering dari pada orang lain.

Menyakini Pengorbanan Kita Bermanfaat Bagi Orang Lain
Salah satu yang kadang menjadi penghalang kita untuk berbuat baik adalah tidak yakin bahwa apa-apa yang kita lakukan bermanfaat untuk orang lain. Perasaan was-was karena takut mengganggu dan mencampuri urusan orang lain hanyalah bujuk rayu syetan agar kita tidak jadi menebar manfaat. Maka mulai saat ini buang jauh-jauh perasaan takut untuk berkorban. Ingatlah bahwa dalam diri kita selalu ada hak orang lain yang harus segera kita tunaikan.

Senantiasa Berdoa agar Dimudahkan dalam Berbuat Kebaikan
Kebaikan yang kita lakukan sejatinya berasal dari Allah. Maka jangan dulu berbangga diri apabila hari ini sudah melakukan sekian banyak kebaikan. Sebab bila Allah tidak mengijinkan kebaikan tersebut muncul dari diri kita, maka kebaikan tersebut tidak akan terjadi. Karenanya, mari biasakan diri untuk berdoa agar Allah selalu ijinkan kita untuk terus menebar kebaikan. Semoga Allah terus mampukan diri ini untuk menabur benih kebaikan dimana pun.

[Sumber: fimadani.com]