#GREATRAMADHAN

Hikmah

Motivasi

Ramadhan

Artikel Terbaru

28 May 2016

Miftahuddin

Ramadhan Penuh Berkah

Ramadhan Penuh Berkah
Ramadhan Penuh Berkah
Ramadhan penuh berkah, indahnya ramadhan bulan penuh rahmat dan ampunan. Allah swt berfirman

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS.Al-Baqarah :183)

Bulan ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, bulan yang penuh dengan kebaikan, bulan penuh rahmat, jadi tidak salah sebelum memasuki bulan ramadhan, senantiasa kita mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, supaya ketika melewati bulan ramadhan tidak sia-sia. Berikut beberapa hadits mengenai kelebihan dari bulan ramadhan

Apabila telah tiba Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan.(HR Imam Bukhari,Muslim, Nasa'i,Ahmad-Baihaqi )

Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan nescaya akan diampuninya segala dosanya yang telah lalu.(HR Imam Nasa'i, Ibn Majah, Ibn Hibban dan Baihaqi-)

Setiap amalan anak Adam baginya melainkan puasa maka ia untuk-Ku dan Aku akan membalasnya. Dan puasa adalah perisai, maka apabila seseorang berada pada hari puasa maka dia dilarang menghampiri(bercumbu) pada hari itu dan tidak meninggikan suara .Sekiranya dia dihina atau diserang maka dia berkata : Sesungguhnya aku berpuasa demi Tuhan yang mana diri nabi Muhammad ditangan-Nya maka perubahan bau mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari qiamat daripada bau kasturi, dan bagi orang berpuasa dua kegembiraan yang mana dia bergembira dengan keduanya apabila berbuka dia bergembira dengan waktu berbukanya dan apabila bertemu Tuhannya dia gembira dengan puasanya.(HRBukhari,Muslim, Nasa'i,Ahmad, Ibn Khuzaimah,Ibn Hibban - Baihaqi)

Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun (HR Tirmidzi)

Diriwayatkan daripada Sahl bin Sa'd R.A daripada
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :  yang maksudnya:
'Sesungguhnya di dalam syurga terdapat satu pintu yang disebut Ar-Rayyan yang mana pada hari Kiamat orang-orang yang berpuasa masuk daripadanya (dan) tidak seorangpun selain mereka memasukinya. Dikatakan: 'Dimanakah orang-orang yang berpuasa?' Maka mereka pun berdiri (untuk memasukinya), tidak ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Apabila mereka telah masuk maka pintu itu ditutup sehingga tidak ada seorang pun yang masuk dari padanya.' (HR Bukhari)

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah R.A daripada Rasulullah SAW bersabda: Maksudnya: 'Segala amal kebajikan anak Adam itu dilipat-gandakan pahalanya kepada sepuluh hinggalah ke 700 kali ganda. Allah berfirman: 'Kecuali puasa, sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku memberikan balasan (pahala) kepadanya, (kerana) dia(orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makan minumnya kerana Aku.' (H.R Muslim)

Diriwayatkan daripada Abu Sa'id Al-Khudri R.A, aku mendengar Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :Maksudnya:'Barangsiapa yang berpuasa sehari pada jalan Allah nescaya Allah akan menjauhkan mukanya dari api neraka (sejauh perjalanan) 70 tahun.' (HR Bukhari)

Dari Ibnu 'Umar RA, katanya Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda: 'Carilah malam qadar itu pada sepuluh malam yang akhir bulan Ramadhan.Jika kamu lelah, maka janganlah dilewatkan pada tujuh malam yang masih tinggal.' (HR Muslim)

Dari Abdullah bin Umar RA. bahwa Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda
:'Puasa dan Al Qur'an memberi syafaat kepada hamba Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, 'Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Dan Al Qur'an pun berkata, 'Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Lalu syafaat keduanya diterima Allah.'( H.R Ahmad)

27 May 2016

Miftahuddin

Warming Up Sebelum Ramadhan

Warming Up Sebelum Ramadhan

Yuk Warming Up Sebelum Ramadhan, Tanpa terasa bulan depan  kita akan memasuki bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, bulan penuh pahala dan bulan penuh kebaikan.

Bagaimana pun keadaan kita, apakah kita siap atau tidak siap, maka bulan Ramadhan pastilah akan datang, dan tentu beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadhan, karena dengan persiapan tentu saja hasilnya akan lebih baik. Berbicara tentang persiapan, apa yang mesti kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan. Berikut beberapa persiapan yang harus kita persiapkan, yaitu:

1. Persiapan Ruhiyah (keimanan)
Persiapan secara keimanan bisa berupa pengendalian diri untuk tidak melakukan maksiat sebelum memasuki bulan Ramadhan, seperti menjaga pandangan kita, ucapan kita dan lain lain, semoga dengan membiasakan diri dalam kebaikan, makan kita akan mudah dalam  menjalankan segala ibadah di bulan Ramadhan.

2. Persiapan Jasadiyah (Jasmani)
Di bulan Ramadhan, kebaikan yang kita lakukan mendapatkan pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapatkan seperti ibadah wajib, dan ibadah wajib akan mendapatkan pahala berlipat-lipat, maka sangat disayangkan jika ketika memasuki nulan ramadhan kita dalam kondisi sakit, oleh sebab itu persiapan jasmani, persiapan kesehatan kita sangat dibutuhkan sebelum bulan Ramadhan tiba.

3. Persiapan Tsaqafiyah (keilmuan)
Rasulullah saw, bersabda:”Barangsiapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama/contoh) kami, maka ibadah tersebut tertolak” (HR. Muslim).
Memahami tata cara ibadah yang benar, membawa kita meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas ibadah tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik, maka ibadahnya akan tertolak atau tidak mendapatkan pahala sama sekali. Persiapan ilmu ini bisa didapat dengan cara membaca atau menghadiri majelis taklim yang membahas tentang Ramadhan.

4. Persiapan Maaliyah (Harta)
Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk buka puasa, tetapi adalah untuk sedekah, karena sedekah di bulan Ramadhan akan mendapat ganjaran yang berlipat-lipat.

Semoga bulan Ramadhan tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya dengan persiapan yang lebih baik lagi.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan rasa harap, maka akan diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu. [HR. Al Bukhari 2014 dan Muslim 760]

14 May 2016

Miftahuddin

Adab Bercermin Dalam Islam

Adab Bercermin Dalam Islam
ilustrasi

Adab bercermin dalam islam merupakan adab yang terkadang dianggap sepele dan ditinggalkan, bercermin adalah hal yang tidak pernah terlewatkan oleh setiap orang setiap harinya, kegiatan bercermin biasanya dilakukan untuk berhias diri sebelum melakukan suatu hal.

Dalam islam ada adab yang harus dilakukan ketika bercermin, diantaranya membaca doa bercermin yaitu

اَللَّهُـمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

"Allaahumma kamaa hassanta khalqi fa hassin khuluqi"
Artinya: "Ya Allah, sebagaimana telah Engkau baguskan penciptaanku, maka baguskan pula akhlakku"

Rasulullah mengajarkan setiap kita melihat diri kita di cermin mengingat Allah yang telah menciptakan diri kita secara sempurna, doa ini harus senantiasa dibaca supaya diri kita selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah s.w.t terutama nikmat fisik yang baik, sehat, tampan ataupun cantik.

“Dan sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” Surat At-Tin ayat 4.

Dilengkapi sebuah riwayat oleh Imam Nawawi rahimahullah, demikian dicantumkan dalam Al-Adzkar dengan judul, “Bab: Apa yang dibaca saat bercermin”, Kami riwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni, dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila bercermin beliau berdoa:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ، اَللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

“Segala puji bagi Allah, Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku maka perindahlah pula akhlakku.” (Hadits ini juga diriwayatkan Abu al-Syaikh Al-Ashbahani dalam Akhlak al-Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dari hadits Aisyah Radhiyallahu ‘Anha dengan isnad yang dha’if jiddan oleh Al-Albani).

Adapun yang diriwayatkan al-Thabrani dalam al-Ausath, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila bercermin beliau berdoa:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي سَوَّى خَلْقِي فَعَدَّلَهُ ، وَصَوَّرَ صُوْرَةَ وَجْهِي فَحَسَّنَهَا ، وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadianku dan memperindahnya, memuliakan rupaku lalu membaguskannya dan yang telah menjadikan aku termasuk orang Islam.” (diriwayatkan juga oleh Ibnu Sunni, namun didhaifkan oleh al-Albani dalam al-Irwa’ dan dalam Shahih wa Dhaif al-Jami’ al-Shaghir, no. 9936) Sehingga tidak bisa dijadikan sebagai sandaran dalam menetapkan doa khusus di atas saat bercermin.

12 May 2016

Miftahuddin

Belajar Dari Pengalaman

Belajar Dari Pengalaman
ilustrasi

Belajar dari pengalaman merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi seseorang. Dalam perjalanan seseorang pastinya memiliki berbagai pengalaman yang dirasakan, banyak hal yang dialami dalam kehidupan ini.

Penglaman setiap orang pastinya berbeda, pengalaman adalah harta yang sangat berharga, harta yang kita miliki bisa hilang, habis ataupun rusak, sedangkan pengalaman akan tetap ada dalam pikiran kita.

Setiap pengalaman yang kita lalui tentunya memiliki kesan tersendiri, dari pengalaman itulah kita dapat mengambil pelajaran.

Dengan pengalaman yang menyenangkan, kita dapat mengambil pelajaran bahwa ternyata Allah telah mengatur skenario kehidupan kita dengan begitu indah. Sehingga kita dapat merasakan berbagai kesenangan tersebut. Dari sanalah kita dapat belajar untuk selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan.

Dengan pengalaman yang menyedihkan, kita dapat belajar bahwa ternyata dalam proses kehidupan, kita tidak selalu memperoleh kebahagiaan. Sesekali kita harus diuji. Sejauh mana ketaqwaan kita kepada Allah.

Dari pengalaman yang selama ini kita lalui tetaplah bersyukur, menyikapi dengan bijak pengalaman yang kita dapatkan. Belajarlah dari setiap pengalaman, karena pengalaman adalah guru kehidupan yang selalu ada bersama kita.

11 May 2016

Miftahuddin

Adab Menguap Dalam Islam

Adab Menguap Dalam Islam
ilustrasi
Adab Menguap Dalam Islam telah di jelaskan oleh Rasulullah s.a.w dengan baik dalam haditsnya, walaupun dianggap hal yang sepele tetapi islam telah mengatur adab-adab nya dengan baik, hadits-hadits tersebut diantaranya

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Karenanya apabila salah seorang dari kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mentasymitnya (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan ‘haaah’, maka setan akan menertawainya.” (HR. Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994)

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ

“Bila salah seorang dari kalian menguap maka hendaklah dia menahan mulutnya dengan tangannya karena sesungguhnya setan akan masuk.” (HR. Muslim no. 2995)

Imam Ibnu Hajar berkata, “Imam Al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu bahwa bersin terjadi karena badan yang kering dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan badan terasa berat untuk beraktivitas, hal ini karena banyaknya makan. Bersin bisa menggerakkan orang untuk bisa beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas (Fathul Baari, 10/607)

Sungguh luar biasa islam, dari hal terkecil sekalipun sudah ada aturan dan adab yang harus kita ikuti dengan baik seperti adab menguap dalam islam, hal terkecilpun bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan niatan ibadah dan sesuai dengan yang dicontoh oleh Rasulullah s.a.w

10 May 2016

Miftahuddin

Adab Bersin dalam Islam

ilustrasi

Adab bersin dalam islam disebutkan dalam sebuah hadits

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Ababila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, “alhamdulillah” sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” (HR. Bukhari no. 6224 dan Muslim no. 5033)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu, beliau berkata bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتُوهُ فَإِنْ لَمْ يَحْمَدْ اللَّهَ فَلَا تُشَمِّتُوهُ

“Bila salah seorang dari kalian bersin lalu memuji Allah maka tasymitlah dia. Tapi bila dia tidak memuji Allah, maka jangan kamu tasymit dia.” (HR. Muslim no. 2992). Tasymit adalah mengucapkan ‘yarhamukallah’.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَطَسَ غَطَّى وَجْهَهُ بِيَدِهِ أَوْ بِثَوْبِهِ وَغَضَّ بِهَا صَوْتَهُ

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” (HR. Abu Daud no. 5029, At-Tirmizi no. 2745, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4755)

Sungguh luar biasa islam, kebanyakan umat islam yang diketahui ibadah adalah sebatas dalam sholat, zakat dan puasa, namun sebagai muslim kita dituntut untuk menjaga adab-adab yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, dinataranya adab bersin dalam islam.

Jika diperhatikan memang hal tersebut terlihat sepele, namun jika kita menjaga ada-adab tersebut dengan niat beribadah dan mencontoh Rasulullah maka hal tersebut akan bernilai ibadah di sisi Allah s.w.t.

Mulailah kita membiasakan melakkukannya di keluarga kita, teman-teman dan lingkungan sekitar kita, karena didalamnya terdapat karunia yang sangat besar, maka sangat disayangkan jika kita tidak bisa mendapatkan karunia tersebut. Wallaahu ‘alam bish shawaab.