#RAMADHAN17

Loading...

14 May 2016

Miftahuddin

Adab Bercermin Dalam Islam

Adab Bercermin Dalam Islam
ilustrasi

Adab bercermin dalam islam merupakan adab yang terkadang dianggap sepele dan ditinggalkan, bercermin adalah hal yang tidak pernah terlewatkan oleh setiap orang setiap harinya, kegiatan bercermin biasanya dilakukan untuk berhias diri sebelum melakukan suatu hal.

Dalam islam ada adab yang harus dilakukan ketika bercermin, diantaranya membaca doa bercermin yaitu

اَللَّهُـمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

"Allaahumma kamaa hassanta khalqi fa hassin khuluqi"
Artinya: "Ya Allah, sebagaimana telah Engkau baguskan penciptaanku, maka baguskan pula akhlakku"

Rasulullah mengajarkan setiap kita melihat diri kita di cermin mengingat Allah yang telah menciptakan diri kita secara sempurna, doa ini harus senantiasa dibaca supaya diri kita selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah s.w.t terutama nikmat fisik yang baik, sehat, tampan ataupun cantik.

“Dan sungguh telah Kami ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” Surat At-Tin ayat 4.

Dilengkapi sebuah riwayat oleh Imam Nawawi rahimahullah, demikian dicantumkan dalam Al-Adzkar dengan judul, “Bab: Apa yang dibaca saat bercermin”, Kami riwayatkan dalam kitab Ibnu Sunni, dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila bercermin beliau berdoa:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ، اَللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

“Segala puji bagi Allah, Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku maka perindahlah pula akhlakku.” (Hadits ini juga diriwayatkan Abu al-Syaikh Al-Ashbahani dalam Akhlak al-Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dari hadits Aisyah Radhiyallahu ‘Anha dengan isnad yang dha’if jiddan oleh Al-Albani).

Adapun yang diriwayatkan al-Thabrani dalam al-Ausath, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, berkata: adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam apabila bercermin beliau berdoa:

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي سَوَّى خَلْقِي فَعَدَّلَهُ ، وَصَوَّرَ صُوْرَةَ وَجْهِي فَحَسَّنَهَا ، وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

“Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadianku dan memperindahnya, memuliakan rupaku lalu membaguskannya dan yang telah menjadikan aku termasuk orang Islam.” (diriwayatkan juga oleh Ibnu Sunni, namun didhaifkan oleh al-Albani dalam al-Irwa’ dan dalam Shahih wa Dhaif al-Jami’ al-Shaghir, no. 9936) Sehingga tidak bisa dijadikan sebagai sandaran dalam menetapkan doa khusus di atas saat bercermin.