Showing posts with label internasional. Show all posts
Showing posts with label internasional. Show all posts

13 December 2015

Unknown

Pangeran Saudi VS Donald Trump

Pangeran Saudi VS Donald Trump

Pangeran Saudi Al Walid bin Talal yang juga seorang milyuner arab membuat statemen ‘kemarahan’ atas pernyataan berbau rasis Donald Trump salah seorang kandidat Presiden AS dari partai republik. 

Pernyataan pangeran Al Walid bin Talal melalui akun twiter memberikan isyarat yang jelas kepada Trump: "Kamu (Trump) sangat memalukan bukan hanya kepada partai republik, tetapi seluruh Amerika."

Kemudian pangeran Al Walid menambahkan statemen kemarahannya: "(Anda) mundur saja dari pencalonan, karena pasti tidak akan menang!"

Sikap keras pangeran yang oleh majalah Forbes 2015 disebut orang terkaya nomor 34 di dunia ini seiring dengan serangan (pernyataan) rasis Trump terhadap umat Islam yang keterlaluan dalam menentang terang-terangan orang-orang Islam untuk memasuki wilayah Amerika. Hal ini kemudian menyulut kemarahan massal masyarakat dunia.

Sumber: http://M.arabi21.com/story/877880
penterjemah: @TurmudziDm

[Sumber: pkspiyungan]

09 December 2015

Unknown

Erdogan Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Qatar University

Erdogan Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Qatar University
Erdogan Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Qatar University
Universitas Qatar menganugerahkan gelar doktor kehormatan atau doktor honoris causa kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Hal itu juga menandai semakin kuatnya hubungan antara kedua negara.

Erdogan menerima gelar doktor honoris causa dalam sebuah upacara yang digelar di Universitas Qatar, Rabu (02/12). Dia menjadi orang pertama yang menerima gelar kehormatan itu, sejak kampus tersebut berdiri selama 42 tahun.

Rektor Universitas Qatar Hassan Al-Dirham mengatakan bahwa penganugerahan tersebut diberikan kepada Erdogan sebagai saksi perkembangan signifikan hubungan antara Qatar dan Turki. Ikatan antara Doha dan Ankara semakin kuat saat kedua negara menandatangani kesepakatan untuk membentuk sebuah Komite Tinggi Strategis.

Selama kunjungannya di Qatar, Erdogan menandatangani puluhan perjannjian dengan otoritas setempat. Salah satunya kesepakatan pembebasan visa yang ditandatangani pada Rabu (02/12). Selain itu Erdogan juga mengumumkan bahwa Turki akan membangun kekutaan militer di Qatar.

Gelar doktor kehormatan yang diterima Erdogan ini bukanlah yang pertama kalinya. Bulan lalu, dia menerima gelar yang sama dari Universitas Bayburt yang berada di Timur Laut Turki.

[Sumber : Al Arabiya]

04 December 2015

Unknown

Wow, Mahasiswa ini Menemukan Air di Mars

Lujendra Ojha (Sumber: Www.billboard.com)
Lujendra Ojha (Sumber: Www.billboard.com)
Pria Nepal bernama Lujendra Ojha mendadak terkenal lantaran penelitiannya yang menghebohkan. Mahasiswa yang akrab disapa Luju ini berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan air di Mars.

Lujendra telah memulai penelitian tentang Mars sejak lima tahun lalu, tepatnya setelah ia hijrah ke Amerika Serikat untuk menjalani pendidikan doktoral di jurusan ilmu antariksa di Institut Teknologi Georgia.

Perlahan tapi pasti, penelitiannya membuahkan hasil. Ia berhasil membuktikan adanya tanda-tanda kehidupan di Planet Merah. Pria berumur 25 tahun ini secara kebetulan menemukan lapisan-lapisan di permukaan Mars dalam sebuah penelitian mandiri.

"Saya secara kebetulan menemukan peluang terbesar dalam hidup saya. Hasil dari penelitian terbaru ini adalah terlihatnya permukaan lapisan yang menunjukkan perbedaan warna. Kami melihat adanya cahaya yang nampak dan cahaya infra merah, berdasarkan perbedaan material yang menyerap cahaya, kita bisa membandingkan data laboratorium dan menyimpulkan material apa yang terkandung di dalam lapisan tersebut," ujar Lujendra seperti dikutip dari BBC News.

Dari penelitiannya, tampak keberadaan material garam di Mars yang dapat menurunkan titik beku air hingga 80 derajat celcius dengan tingkat vaporasi hingga faktor 10. Dengan kata lain, ini memungkinkan air untuk mengalir lebih lama pada tebing dan dinding kawah yang ada di Mars.

Temuan Lujendra pun sontak mengundang banyak pujian di media sosial. Banyak pengguna Twitter yang memberikan ucapan selamat dan dukungan padanya. Bahkan salah satunya datang dari senator Amerika Serikat, John McCain.

"Congrats to @UofA grad Lujendra Ojha who first apotted evidence of water on #Mars as undergrad in #Tucson - #Arizona is very proud! #NASA," begitu tulis John McCain di akun Twitter-nya. [Sumber: Dream]
Unknown

Ulama Sedunia Keluarkan Fatwa Wajib Bantu Turki

Persatuan Ulama Dunia
Persatuan Ulama Dunia
Al-Ittihad Al-Alami li Ulamail Muslimin atau Persatuan Ulama Muslim Sedunia mengeluarkan fatwa wajibnya umat Islam seluruh dunia mendukung perekonomian Turki.

Pernyataan ini juga sebagai bentuk himbauan kepada seluruh kaum muslimin di dunia untuk turut menegakkan keadilan bersama Turki.

Dikutip dari kantor berita Turki Anadolu Agency, Persatuan Ulama Internasional merilis pernyataannya pada Rabu (02/12) yang menyatakan bahwa, “Kami menghimbau kepada seluruh umat Islam (individu, organisasi, pemerintahan) untuk sama-sama menegakkan keadilan. Kami menyatakan, bahwa wajib mendukung ekonomi dan produk milik Turki sebagai bentuk usaha dalam menjalin persaudaraan dan upaya persatuan”.

Organisasi yang dipimpin oleh Syeikh Yusuf Al-Qardhawi itu juga menambahkan, “Peristiwa yang sedang dihadapi di Turki adalah hasil dari permasalahan konflik yang terjadi di Suriah, Iraq, dan segala hal yang dilakukan zionis Israel terhadap Al-Quds yang dimuliakan dan negeri Palestina yang diberkahi.”

Tidak hanya itu, Persatuan Ulama Muslim Sedunia juga ikut prihatin atas provokasi yang dilakukan Rusia dan Suriah terhadap Turki.

“Jatuhnya pesawat Rusia pekan lalu adalah usaha provokasi dari Suriah dan Rusia guna menyeret Turki ikut dalam kekacauan dan peperangan. Sehingga, mengakibatkan tindakan sewenang- wenang dan pemboikotan yang dilakukan Rusia terhadap Turki.”

Persatuan Ulama Muslim Sedunia menyerukan untuk sama-sama memecahkan permasalahan yang dihadapi Turki.

“Setiap muslim dituntut untuk memposisikan diri layaknya Turki. Khususnya dalam menanggapi permasalahan Suriah yang dipimpin rezim Bashar Assad, yang telah membunuh ratusan ribu rakyat Suriah dan terus mengusir jutaan orang.”

Persatuan Ulama Muslim Sedunia juga mengeluarkan fatwa, bahwa wajib mendukung Turki dan membantu krisis ekonomi yang dihadapi negara tersebut.

“Ini adalah kewajiban seorang muslim,” lanjut isi rilisan tersebut.

Keputusan ini bertujuan untuk membangun loyalitas seorang muslim dan persatuan dalam satu barisan, sebagaimana realisasi dari ayat-ayat Al-quran dan Hadits Nabi SAW.

Oleh sebab itu, Persatuan Ulama Muslim Sedunia menyatakan, “Kami menghimbau kapada seluruh negara-negara Islam, masyarakat muslim, perusahaan, dan semua orang untuk mendukung produk Turki dan memperkuat ekonomi melalui pariwisata dan sebagainya, kami melarang untuk tidak memperdulikan Turki. Karena yang dihadapinya saat ini, mulai dari pemboikotan dan isolasi merupakan usahanya untuk menegakkan keadilan dan memperjuangkan umat Islam di Suriah, Palestina, Myanmar, Somalia, Iraq , Mesir dan Libya. Sehingga, saat ini Turki menjadi objek sasaran orang-orang yang zalim.”

Pernyataan tersebut ditutup dengan do’a, “Semoga Allah SWT selalu menjaga Turki, seluruh negara Islam dan kaum muslimin dari kejahatan dan keburukan. Semoga Allah SWT membebaskanya dari orang-orang yang berbuat zalim.” [Sumber: kiblat.net]

11 September 2015

Unknown

Masjid Beralas Bumi Beratap Langit

Masjid Beralas Bumi Beratap Langit
Masjid Shanke Yadem, Turki 
Selain Blue Mosque (Masjid Biru) yang mendunia, Turki memiliki begitu banyak masjid megah nan-indah. Salah satu di antaranya adalah Masjid Shanke Yadem yang terletak di daerah Al-Fateh, pinggir Kota Istanbul.

Tak hanya megah dan indah, masjid ini memiliki bentuk arsitektur 'spesial' berbeda dari masjid kebanyakan. Masjid ini dibangun tanpa lantai dan atap. Jadi, setiap jemaah di masjid ini 'dituntut' untuk melakukan salat langsung beralaskan bumi dan beratap langit.

Kebanyakan jemaah yang datang justru tertarik dengan suasana berbeda yang ditawarkan Masjid Shanke Yadem. Menurut mereka, sensasi beribadah salat layaknya di alam terbuka yang disuguhkan masjid ini membuat kekhusyukan mereka bertambah.

Di samping bentuknya yang unik, Masjid Shanke Yadem ternyata juga menyimpan sejarah yang menarik untuk diketahui. Kabarnya, masjid ini dibangun oleh seorang miskin di Turki.

Dialah Khairudin Afandi, seorang miskin dari daerah pinggiran Turki. Berawal dari cita-cita mulia ingin membuat sebuah masjid, Khairudin yang tidak mampu itu kemudian mengumpulkan sedikit demi sedikit uang hasil keringatnya.

Khairudin menahan diri untuk tidak menggunakan uang simpanannya tersebut meski untuk sekadar makan. Setiap ada orang yang bertanya padanya, 'apakah dia sudah makan', Khairudin hanya menjawab, 'anggap saja saya sudah makan'.

Bertahun-tahun terus berjalan, ia pun tetap konsisten menabung untuk mewujudkan mimpinya membangun masjid. Hingga akhirnya suatu waktu ia membuka hasil tabungannya dan mendapati jumlahnya sudah cukup untuk membangun sebuah masjid.

Khairudin pun membeli material dan kemudian dibangunlah masjid yang sekarang bernama Shanke Yadem. Nama Shanke Yadem sendiri dalam bahasa Turki berarti 'anggap saja saya sudah makan'. Nama ini diambil dari kata-kata yang sering digunakan Khairudin sebelumnya.

Kini, Masjid Shanke Yadem banyak dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh dunia. Ada yang datang karena ingin merasakan sensasi salat bak di alam terbuka. Banyak pula yang datang untuk mengobati rasa penasaran mereka terhadap kisah Khairudin Afandi. Subhanallah. [Sumber: Dream]

29 May 2015

Unknown

Astagfirullah, Kontes Menggambar Nabi Muhammad di AS digelar di seberang Masjid

Astagfirullah, Kontes Menggambar Nabi Muhammad di AS digelar di seberang Masjid
Lokasi Kontes Menggambar Nabi Muhammad di AS
Kontes Menggambar Nabi Muhammad di AS dikabarkan digelar di depan Masjid di daerah Arizona, dilaporkan bahwa acara tersebut berjalan sesuai rencana

Dilansir dari republika.co.id, Jumat (29/5). Kontes menggambar nabi Muhammad yang dilakukan aktivis anti-Islam Phoenix, Arizona dilaporkan terus berjalan sesuai rencana. Kontes menggambar akan digelar Jumat (29/5) malam waktu setempat atau Sabtu (30/5) dini hari WIB. 

Dilansir ABC Arizona, Jumat (29/5), sejumlah kamera pengintai telah dipasang di sejumlah sudut berhadapan dengan lokasi acara. Parahnya, acara provokatif ini digelar di seberang Masjid dan pusat studi Islam di Arizona.

"Para peserta diserukan untuk membawa gambar Muhammad ke lokasi acara," seruan Jon Ritzheimer, penggagas acara.

Presiden bagian Arizona dari Council on American-Islamic Relations, mendesak anggota jemaat Masjid untuk tidak menghadiri shalat Jumat malam yang sebelumnya telah dijadwalkan.

"Jika memungkinkan, pergi sementara waktu jauh dari ini," kata Imran Siddiqi.