Loading...

17 January 2010

FatahKun

Hanya Dengan Berdzikir, Hati Menjadi Tenang



Semua manusia yang hidup di muka bumi mencari jalan untuk memperoleh kebahagia­an hakiki. Harapan ditumpahkan untuk men­capai tujuan memperoleh kebaha­giaan. Seba­gian orang mencari kebahagiaan melalui gaya hidup yang mewah, sebagian lainnya melalui pekerjaan yang bergengsi, perkawinan yang indah, bedah plastik, dan gelar akademis. Namun, jika tujuan itu telah tercapai, semua kebahagiaan seperti itu hanya­lah bersifat sementara. Atau sering kali tidak ada kegem­biraan atau kepuasan sama sekali setelah semuanya itu diperoleh. Bagaimana­pun, tak seorang pun di muka bumi ini yang akan mencapai kebahagiaan sejati melalui cara-cara tersebut. Terdapat beberapa hal yang meng­gang­gu atau membuat bosan orang yang mempercayai bahwa tujuan dalam menca­pai kebahagiaan hakiki telah tercapai.

Kebahagiaan, ketenangan, kesenangan, atau kenyamanan sejati hanya dapat ditemu­kan dalam mengingat Allah. Allah mence­ritakan kenyataan ini dalam sebuah ayat sebagai berikut:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Q.s. ar-Ra‘d: 28).

Ini merupakan rahasia yang sangat penting yang diungkapkan Allah dalam al-Qur’an untuk umat manusia. Karena tidak mema­hami kenyataan ini, banyak orang yang meng­habiskan hidup mereka dalam khayalan bahwa harta benda dunia dapat memberikan kepuasan. Seakan-akan tidak akan pernah mati dan menghadapi hari hisab, mereka dengan tamaknya berusaha keras untuk me­mi­liki hal-hal yang bersangkut paut dengan keduniaan.

Namun, sesungguhnya ini merupakan kha­yalan besar. Tidak ada sesuatu pun yang dimi­liki di dunia ini yang dapat memberikan ketenteraman dan kebahagiaan sejati. Hanya orang-orang yang beriman saja, yang dengan ikhlas berbakti kepada Allah, dan orang-orang yang menyadari rahmat, kasih sayang, dan perlindungan Allah atas mereka yang dapat memperoleh perasaan hati yang tenteram. Allah memberikan perasaan tenteram ini ke dalam hati orang yang memperhatikan bukti-bukti ciptaan Allah dan mengingat-Nya setiap saat. Dengan demikian sia-sia saja jika men­cari kesenangan, ketenteraman, dan kebaha­giaan melalui asbab yang lain.