Showing posts with label pendidikan. Show all posts
Showing posts with label pendidikan. Show all posts

30 May 2015

Unknown

Hal yang Perlu Dilakukan Istri Pada Suami Setiap Hari

Hal yang Perlu Dilakukan Istri Pada Suami Setiap Hari
Suami Istri
1. Meminta izin suami jika bepergian ke luar rumah
Sahabat Ummi masih suka diantar jemput suami? Entah ke pasar, swalayan, atau tempat kerja? Hmm... Bagus sekali kalau iya! Jangan lupa cium tangan suami saat meminta izinnya, biar lebih mesra.
Meminta izin setiap kali ke luar rumah mencerminkan seorang istri yang mengerti adab rumah tangga.
Ibnu Muflih al hambali berkata:
“Diharamkan bagi seorang wanita keluar rumah suaminya tanpa seizinnya, kecuali karena darurat atau kewajiban syari’at”. (Adab Syar’iyyah: 3/375)

2. Menyenangkan suami setiap ia memandang kita
Laki-laki lemah di penglihatannya. Maksudnya, para suami mudah terpikat hal-hal yang cantik dan indah.
Kalau suami senang melihat kita pakai daster, yaa pakailah daster. Kalau suami tidak suka, silakan pakai yang disukai suami!
Belajar make up sederhana untuk suami di rumah juga penting. Kita tahu bahwa saat ini banyak perempuan di layar kaca yang berhias demikian moleknya, jangan mau kalah cantik untuk suami.

3. Membantu suami merapikan penampilannya
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kpd Siti Fatimah: “Ya Fatimah, apabila seorang wanita meminyakkan rambut suaminya & janggutnya, memotong kumis & menggunting kukunya maka Allah akan memberinya minum dari air Surga yg mengalir di sungai sungainya & diringankan Allah baginya sakaratul maul & akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman yg indah & taman taman Surga."

4. Mensyukuri apa yang suami lakukan untuk istri
Setiap suami pulang bekerja, sambutlah dengan wajah ceria sebagai ungkapan berterimakasih padanya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Jika seorang isteri berkata kepada suaminya: Tidak pernah aku melihat kebaikanmu sama sekali, maka hancur leburlah pahala amal kebaikannya.”

5. Sigap memenuhi kebutuhan biologis suami
Tidak ada alasan bagi seorang istri menolak ketika suami menginginkannya di tempat tidur. Meski demikian, suami pun harus melihat kondisi istrinya apakah sedang sakit atau sehat.
Sahabat Ummi, ridho Allah ada pada ridho suami, maka lakukanlah hal-hal yang menjadi kewajiban istri pada suami.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yg bermaksud: “Pertama urusan yg ditanyakan kpd isteri pd hari Kiamat nanti ialah mengenai sholatnya & mengenai urusan suaminya (apakah ia menjalankan kewajibannya terhadap suaminya atau tidak).“

*dari fb Baju Muslim Modern

28 May 2015

Unknown

Mengajarkan Anak Menghafal Alquran

Mengajarkan Anak Menghafal Alquran
Ilustrasi
Membaca biografi orang-orang hebat dalam sejarah Islam, dari kalangan ulama dan khalifah, kita akan menemukan masa kecil mereka yang begitu dekat dengan Alquran. Para khalifah, mereka memiliki guru khusus yang membimbing mereka tentang Alquran sedangkan para ulama, mereka telah menghafalnya sebelum usia baligh. Bersama Alquran mereka terdidik dan bersama Alquran karakter mereka terbentuk. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari peranan orang tua yang mendorong, membimbing, dan mengarahkan anak-anak mereka untuk bersemangat menghafal Alquran.

Begitu pula kisah berikut ini, seorang anak kecil berhasil menghafal Alquran karena peranan dan perhatian kedua orang tuanya, khususnya ibunya. Anak tersebut bernama Jihad al-Malki tinggal di Kota Madinah, Arab Saudi. Jihad berhasil menghafalkan 30 juz Alquran saat berusia tujuh tahun. Sang ibu sering membacakan Alquran kepada Jihad saat ia berada di dalam kandungan hingga ia menginjak usia 5 tahun.

Istimewanya hafalan Alquran Jihad, ia memiliki sanad bacaan yang sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hafal nomor ayat-ayatnya, serta sinonim-sinonim kata di surat yang satu dengan surat lainnya, padahal ia terlahir dalam keadaan buta.

Jihad mulai menghafal Alquran saat berusia 5 tahun dengan cara mendengarkan tilawah Alquran lewat siaran radio. Tujuh juz pertama ia hafalkan di Riyadh bersama gurunya Syaikh Mizan, lalu pindah ke Madinah dan menghafalkan 23 juz tersisa di bawah bimbingan kedua orang tuanya. Jihad membiasakan diri mengulang-ulang ayat dan surat yang hendak ia hafal, lalu membacakannya dengan koreksi kedua orang tuanya. Hal itu ia lakukan setiap hari. Awalnya, ia menghafal setengah halaman setiap harinya, setelah mulai terbiasa ia bisa menghafal satu sampai dua halaman setiap hari. Dua tahun menghafal Alquran, akhirnya Jihad mendapat taufik dari Allah menghafalkan Alquran secara sempurna.

Setelah berhasil menaruh 30 juz Alquran di dalam dadanya, Jihad tetap bersungguh-sungguh menjaga hafalannya agar semakin kokoh dan kuat. Setiap hari ia mengulang-ulang 3-5 juz hafalannya. Ia juga belajar di Dar al-Furqon, sekolah penghafal Alquran dan mempelajari kandungannya.

Saat ini, di usia 11 tahun Jihad sudah mendapatkan sanad (pengakuan riwayat bacaan Alquran) Hafs, sanad matan ilmu tajwid al-Jazariyah dan Tuhfatu al-Athfal. Jihad sangat berbahagia dengan pencapaiannya ini dan orang tuanya pun merasa bangga kepadanya.

Ketika ditanya, apakah ia merasa bersedih karena tidak bisa melihat (buta). Jihad menjawab, “Aku tidak merasa sedih. Memang aku tidak mendapatkan kenikmatan melihat, tapi Allah memberiku kenikmatan pandangan hati (ilmu). Kenikmatan ini harus disyukuri. Aku mensyukuri nikmat ini dengan menghafalkan Alquran dan juga berusaha mengamalkannya.”

Saat sudah dewasa kelak, Jihad bercita-cita menjadi Imam al-Haramain, menjadi Imam Masjid Nabawi atau Masjid al-Haram dan juga menjadi seorang ulama yang mengetahui keagungan Allah. Semoga Allah member taufik kepadamu wahai Jihad…

Mudah-mudahan kisah Jihad al-Malki ini menginspirasi kita untuk membimbing anak-anak kita menjadi penghafal Alquran, membiasakan mereka mendengar tilawah kalamullah bukan lagu-lagu yang membuat hati terlena, lalai dari mengingat Allah. Semoga Allah member taufik kepada kita semua..

Pelajaran:

– Hendaknya orang tua memiliki perhatian yang besar terhadap anaknya dalam menghafalkan Alquran.

– Orang tua membiasakan anak mendengar murottal Alquran bukan mendengarkan lagu-lagu.

– Memilih wanita shalehah sebagai calon ibu untuk anak-anak, karena seorang ibu memiliki waktu yang lebih banyak bersama anaknya. Istri yang shalehah akan mendidik anaknya dengan Alquran. Ingat!!, wanita shalehah adalah untuk laki-laki yang shaleh.

– Seseorang mengatakan, “Yang lebih penting itu mengamalkan Alquran, bukan hanya menghafalnya.” Kita jawab, Alquran itu penyuci jiwa, semakin banyak seseorang berinteraksi dengan Alquran, insya Allah semakin baik keadaannya. Alquran adalah cahaya Allah, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat. Buktinya para ulama Islam, mereka menghafalkan Alquran dan mereka juga orang yang mengamalkan dan mendakwahkannya.

– Banyak orang yang diberikan nikmat bashar (pandangan) tetapi tidak diberikan nikmat bashirah (ilmu).

Kisah ini ditranskrip dari program Musafir ma’a Alquran oleh Syaikh Fahd al-Kandari tatkala beliau berkunjung ke Kota Madinah. (Sumber: kisahmuslim.com)

27 March 2012

FatahKun

Doa Ketika Keluar Rumah

Doa Ketika Keluar Rumah
Doa Ketika Keluar Rumah - Pastinya seseorang yang keluar rumah menginginkan adanya keselamatan, untuk itu hendaknya apabila kita keluar dari rumah kita membaca doa tersebut

Doa Ketika Keluar Rumah

بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

“Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakkal kepada-Nya, dan tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah”.


 اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ، أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ، أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ، أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهََلَ، أَوْ يُجْهََلَ عَلَيَّ
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu, jangan sampai aku sesat atau disesatkan (setan atau orang yang berwatak setan), berbuat
kesalahan atau disalahi, menganiaya atau dianiaya (orang), dan berbuat bodoh atau dibodohi”.

Sumber :
HR. Abu Dawud: 4/325, At-Tirmidzi: 5/490, dan lihat Shahih At-Tirmidzi: 3/151.
HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, dan lihat Shahih At-Tirmidzi : 3/152 dan Shahih Ibnu Majah: 2/336.
Hisnul Muslim No. 10, Hal. 25

18 March 2012

FatahKun

Doa Shalat Istikharah

Doa Shalat Istikharah

Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu. Beliau bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua rakaat, kemudian bacalah doa ini :


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ


“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya) lebih baik dalam agamaku, dan akibatnya terhadap diriku atau -Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: …di dunia atau akhirat- sukseskanlah untukku, mudahkan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian dan akibatnya kepada diriku, maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.” [ HR. Al-Bukhari 7/162 ]

Tidak akan menyesal orang yang beristikharah kepada Allah Ta'ala dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani persoalannya. Allah Ta’ala berfirman:

“… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” (Ali Imran, 3: 159)

27 July 2011

FatahKun

Manfaat Belajar Tahsin Al Quran

Tahsinul Qur'an atau memperbaiki bacaan al-Qur'an adalah indikasi dari keimanan seorang muslim. Seorang muslim yang tidak berusaha untuk memperbaiki bacaan al-Qur'annya, maka keimanannya terhadap al-Qur'an sebagai kitabullah patut diragukan. Karena bacaan yang bagus adalah cerminan rasa keyakinannya kepada wahyu Allah ini.

Tentang hal ini Allah swt berfirman dalam Qs surat al-Baqarah: 121:
الذين ءاتيناهم الكتاب يتلونه حق تلاوته أولئك يومنون به ومن يكفر به فألئك هم الخاسرون

Artinya: "Orang-orang yang diberikan al-Kitab (Taurat dan Injil) membacanya dengan benar. Mereka itulah orang-orang yang mengimaninya. Dan barangsiapa yang ingkar kepada al-Kitab, maka merekalah orang-orang yang merugi."

Walaupun ayat ini menyinggung kaum Ahlul Kitab yang terdiri dari kaum Yahudi dan Nasrani, tapi sebagian besar para mufassirin menyebutkan bahwa khitob (seruan) ayatnya bersifat umum. Termasuk di dalamnya juga ditujukan kepada umat Islam yang berkitabsucikan al-Qur'an al-Karim.

Hal ini juga diperkuat oleh kaedah Ushul Fiqih:

العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب

"Ibrah (pelajaran) itu dilihat dari umumnya lafaz, bukan dari sebab yang khusus."

Oleh karena itu WAJIB hukumnya bagi setiap muslim dan muslimah untuk memperhatikan bacaan al-Qur'annya. Ini disebabkan karena tilawah yang baik akan mempengaruhi kualitas ibadah kita di sisi Allah swt. Sebagai contoh misalnya, dalam shalat jama'ah bagi kaum laki-laki muslim, bacaan al-Fatihah yang tidak baik dan berantakan dapat menyebabkan shalat jama'ah menjadi tidak sempurna. Dan ini tentu saja akan cukup mempengaruhi kualitas shalat kita di sisi Allah swt. Diterimakah ataukah ditolak? Bisa dipastikan dengan tilawah yang tidak beres dan buruk itu, ibadah shalat itu menjadi cacat dan berpeluang tidak diterima di hadapan Allah swt cukup besar. Karena Allah hanya menerima yang baik-baik saja, seperti yang disinggung oleh baginda Rasulullah saw.

Dengan kata lain menurut tinjauan ilmu ushul fiqih, mereka yang tidak mau memperbaiki tilawah al-Qur'an menjadi lebih baik dan sesuai dengan kaedah tajwid, maka akan dimasukan kategori orang-orang yang lalai dan tidak memperdulikan kitabullah ini. Dalam konteks ayat di atas, kaum Yahudi dan Nasrani yang tidak mau mempelajari dan mengingkari kitab sucinya dikategorikan ke dalam golongan orang-orang yang merugi. Sebagai seorang muslim, tentu saja kita tidak ingin dimasukan ke dalam golongan yang merugi seperti halnya kedua Ahlil Kitab di atas hanya karena lalai dan tidak memiliki ihtimam (perhatian) terhadap kitab suci kita ini.

Manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari Tahsinul Qur'an adalah dimasukkannya kita ke dalam golongan yang terhindar dari dosa. Imam Jazari, seorang ulama dan pakar Tajwid al-Qur'an mengatakan dalam matan 'al-Jazari'-nya:

والأخذ بالتجويد حتم لازم من لم يجود القرآن آثم
فإنه به الإله أنزلا وهكذا منه إلينا وصلا

Membaca al-Qur'an dengan tajwid adalah sebuah keharusan
Siapa yang tidak men-tajwidkan al-Qur'an maka ia berdosa
Karena dengan Tajwid Allah menurunkannya
Dan demikianlah ia sampai kepada kita juga dengan tajwid

Dalam sebuah haditsnya Rasulullah menggemarkan kita untuk mampu membacanya dengan tartil dan bagus. Dalam hadits shohih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim seperti yang tersebut dalam hadits Arbain Nawawiyyah, beliau bersabda:

يقال لصاحب القرآن يوم القيامة: إقرأ وارتق ورتل كما كنت ترتل فى الدنيا فإن منزلتك فى الحنة عند آخر آية تقرأها


Artinya: "Akan dikatakan kepada Ahli Qur'an pada hari kiamat: "Bacalah, naiklah (ke atas surga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana kami dulu pernah membacanya di dunia. Karena sesungguhnya kedudukanmu di surga terdapat pada akhir ayat yang kamu baca."

Dengan kata lain: Bagaimana mungkin Allah akan mempersilahkan kita menaiki tangga demi tangga surga kalau tilawah dan hafalan al-Qur'an kita buruk dan tidak bisa dipertanggungjawabkan??

Manfaat lain Tahsinul Qur'an adalah dapat merangsang hati untuk melakukan tadabbur (perenungan) ayat yang sedang dibaca. Hanya dengan tilawah yang baik dan suara yang baguslah, lantunan suara ayat-ayat al-Qur'an menjadi indah, meresap dan menggerakkan pikiran si pembacanya. Sebaliknya, bacaan yang masih belum baik dan berantakan justru akan membuat keindahan mukjizat al-Qur'an menjadi hilang. Akibatnya, tilawah al-Qur'anpun menjadi mengendur. Inilah dampak negatif tilawah yang serampangan dan tanpa bimbingan seorang guru.

Oleh karena itu, bagi anda yang sempat membaca artikel ringan dan sederhana ini, mari segera memperbaiki tilawah al-Qur'an anda. Karena memperbaiki tilawah al-Qur'an menjadi lebih baik adalah kewajiban setiap muslim dalam mengimani dan bermuamalah dengan Allah swt.

Selamat meningkatkan kualitas bacaan Al Quran Anda.

Wallahu a'lam bish-showab.

18 February 2011

FatahKun

Panduan Membuat Makalah Dakwah Islam

makalah
Anda seorang mahasiswa, khususnya mahasiswa Islam, tentu mengenal makalah dakwah Islam. Apalagi Anda yang memang berkuliah di perguruan tinggi  Islam. Makalah dakwah Islam menjadi makanan keseharian.

Artinya, dalam setiap perkuliah, Anda biasanya akan mendapatkan tugas untuk membuat makalah, dan tentu saja semuanya termasuk ke dalam makalah dakwah Islam. Dimana, selain hanya sebatas tugas perkuliahan, tetapi sejatinya pekerjaan itu dapat dilakukan dengan sepenuh hati. Agar tak hanya menjadi tumpukkan kertas tanpa makna, namun benar-benar bisa dimanfaatkan oleh sebanyak-banyak pembaca.

Makalah dakwah Islam, sebenarnya sebuah aset yang bisa sebagai bahan untuk dimanfaatkan lebih baik lagi. Misalnya, kelak dikumpulkan menjadi sebuah buku. Dengan demikian, makalah yang telah ditulis dengan susah payah, dan barangkali dengan referensi yang banyak tidak menjadi sia-sia dan hanya teronggok di meja dosen dan dibuang setelah penilaiaan selesai.

Dengan demikian, diperlukan sebuah manajemen makalah dakwah Islam. Yaitu merancang dari awal, hal ini bisa datang dari inisiatif sang dosen maupun mahasiswa sendiri yaitu mencoba merancang dari awal agar makalah dakwah Islam tersebut kelak bisa diterbitkan menjadi sebuah buku, minimal sebuah buku elektronik atau ebook.

Pembuatan Makalah Dakwah Islam

Untuk membuat makalah dakwah Islam agar mempunyai nilai guna lebih seperti tersebut diatas, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Merumuskan tema tertentu

Ketika akan direncanakan misalnya untuk diterbitkan menjadi sebuah buku (ebook) mau tak mau tema harus disepakati bersama. Kira-kira tema apa yang menarik untuk dikerjakan. Tentu masing-masing diberikan tugas untuk menyoroti dalam sudut pandang tertentu sesuai dengan draf buku yang akan dibuat.

2. Menulis dengan target waktu

Kemudian, menuliskan tema-tema tersebut dengan target waktu tertentu, misalnya 1 atau 2 minggu. Dengan target tersebut membuat para menulis makalah menjadi disiplin dan tidak molor. Jika dalam waktu tersebut masih ada yang belum mengumpulkan maka sebaiknya tidak ada toleransi dan produksi menjadi buku harus terus dijalankan sesuai rencana semula.

3. Menyesuaikan ketentuan penulisan

Terakhir, dalam penulisan usahakan menyesuaikan dengan ketentuan kepenulisan yang telah disepakati bersama. Misalnya maksimal jumlah halaman, gaya bahasa dan sebagainya. Dengan demikian ada standar tersendiri dalam penulisan makalah yang ingin dijadikan buku tersebut sehingga kelak akan layak terbit dan tidak memalukan ketika sampai di tangan pembaca.

Demikian teknis pembuatkan makalah dakwah Islam ini. Semoga bermanfaat dan berguna bagi Anda semua.
FatahKun

Panduan Singkat Menulis Makalah Agama Islam

menulis makalah
Anda sering diminta membuat makalah agama Islam, dan bingung bagaimana memulainya?

Menulis makalah agama Islam pada dasarnya sama dengan menulis makalah-makalah lain. Bedanya, sesuai dengan namanya, dalam Makalah Agama Islam, yang dibahas adalah tema-tema dalam kajian Islam. Karenanya, tentu saja rujukan-rujukan yang dipakai tidak boleh keluar dari sumber-sumber ajaran Islam.

Berikut panduan sederhana dalam menulis makalah agama Islam:

1. Tentukan terlebih dahulu topik yang akan menjadi pembahasan. Kalau Anda sendiri yang akan menentukan topik, buatlah yang spesifik, jangan terlalu umum. Topik “Hukum Islam” misalnya, adalah terlalu umum dibandingkan, misalnya “Keluarga Berencana Menurut Hukum Islam”.

2. Tulislah mengapa topik itu harus dibahas. Apa alasannya? Apa manfaatnya? Apakah belum ada pembahasan mengenai topik itu sebelumnya? Semuanya ini dapat Anda tuangkan pada bagian “Pendahuluan” atau “Pengantar”.  Makalah yang menarik biasanya yang belum pernah dibahas sebelumnya. Dengan membaca bagian ini, pembaca akan tergerak atau termotivasi untuk meneruskan makalah yang Anda tulis.

3. Identifikasi permasalahan. Ada masalah apa, sehingga Anda membahas topik itu? Masalah timbul biasanya ditandai dengan gejala-gejala permasalahan. Kalau Anda melihat sekarang ini semakin banyak anak muda yang mengkonsumsi narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba), yang Anda lihat itu namanya gejala. Gejala adalah realitas atau kenyataan yang dapat dilihat atau dirasakan. Apa masalahnya?

Perlu diketahui bahwa kata masalah berasal dari bahasa Arab yang berarti pertanyaan. Jadi, pertanyaan yang bisa ditarik dari gejala di atas, misalnya: mengapa banyak pemuda mengkonsumsi narkoba? Siapa yang mengedarkan narkoba? Apakah pemuda yang mengkonsumsinya beragama Islam? dsb.

Dari sekian banyak masalah, mana yang akan Anda bahas? Tentu tidak semuanya. Jadi, ambil beberapa saja. Ini yang disebut dengan perumusan masalah.

4. Langkah berikutnya adalah bagian Anda mencari jawaban-jawaban atas permasalahan yang sudah dirumuskan. Sebelum benar-benar menjawab pertanyaan-pertantaan tersebut, Anda dapat menyampaikan dugaan-dugaan atau asumsi-asumsi. Misalnya, bisa saja Anda berasumsi bahwa banyak anak muda menkonsumsi narkoba karena mereka kurang mendapat informasi mengenai kesehatan tubuh dari bahaya narkoba dan mengkonsumsinya adalah dosa. Namun, ini baru sebatas dugaan sementara. Untuk meyakinkan kepada pembaca bahwa dugaan itu benar, atau paling tidak mendekati kebenaran, maka Anda perlu mengajukan argumentasi.

5. Dalam berargumentasi, Anda dapat menggunakan pendapat sendiri atau orang lain. Dalam kajian Islam, semua pendapat itu harus merujuk kepada sumber-sumber agama Islam, yakni: Kitab Suci al-Qur’an, Sunnah Nabi SAW, Ijma’ (kesepakatan Ulama) dan Qiyas (analogi, yakni metode yang dirumuskan oleh para Ulama Fiqh).

Pendapat yang digunakan sebagai dalil dalam berargumentasi ini biasa disebut dengan teori. Jika Anda menggunakan pendapat sendiri, maka pendapat tersebut sebelumnya harus sudah teruji, bukan pendapat dalam arti dugaan. Pendapat yang teruji bisa berupa pengalaman yang berulang kali terjadi. Anda bisa saja mengutip pendapat orang lain di luar Islam, misalnya orientalis, tapi pendapat itu harus ditakar keabsahannya dalam literatur Islam.

6. Setelah memaparkan argumentasi, giliran membuat kesimpulan bahwa dugaan Anda benar dan beralasan sehingga layak untuk dipercaya pembaca. Kesimpulan yang Anda buat ini harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam permasalahan yang dirumuskan. Kemudian,  Anda memberikan saran-saran kepada pembaca berdasarkan kesimpulan yang dibuat.

Misalnya, kalau kesimpulan Anda benar bahwa adanya banyak anak muda mengkonsumsi narkoba karena mereka kurang informasi bahwa mengkonsumsinya adalah dosa dalam agama Islam, maka Anda dapat menyarankan kepada pembaca atau pihak-pihak yang relevan, untuk mensosialisasikan dosa mengkonsumsi narkoba melalui berbagai cara.

Demikian panduan singkat ini, semoga dapat mengurangi kebingungan Anda yang sedang dituntut menulis makalah agama Islam.

13 December 2010

FatahKun

Pendidikan Pesantren Dinilai Berhasil Bentuk Karakter

Pola-pola pendidikan berbasis karakter yang berkembang di pondok pesantren dinilai berhasil.Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Nasional ingin memasukkan tradisi pendidikan pesantren ke sekolah umum.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, pada Seminar Nasional Pendidikan Karakter Bangsa Melalui Pola Pendidikan Pesantren di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Jumat (10/12). Dia menyatakan, pada 2011 pendidikan karakter dijadikan gerbong untuk menanamkan karakter mulai dari sekolah.

Mendiknas mencontohkan, nilai-nilai yang diberikan dalam pendidikan karakter adalah kepedulian dan kejujuran. "Kita kontekstualisasikan dengan masalah korupsi, pendidikan bencana, lingkungan hidup, dan lalu lintas. " ujarnya.

Prumusan pendidikan karakter, kata Mendiknas, melibatkan unsur-unsur pondok pesantren, aktivis kristiani, dan lembaga lainnya. "Yang ingin kita bangun nilai universal," ucapnya.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly menyampaikan, kegiatan pesantren kilat di sekolah umum mulai jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas berkontribusi terhadap pembentukan karakter, akhlak, budi pekerti, dan perilaku.

Tujuan dari transfer pendidikan karakter di pesantren itu, sambung Mansyur, adalah untuk pembentukan budaya sekolah yang dilakukan melalui pembiasaan nilai positif di sekolah. “Target kita 2014 semua sekolah sudah mulai menerapkan pendidikan karakter bangsa," katanya.

Sumber : www. republika.co.id

25 June 2010

FatahKun

Perlukah pendidikan seks masuk kurikulum?

Sebagaimana dilansir okezone, hasil survai Komisi Perlindungan Anak (KPA) terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar mengungkap, 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi dan 93 persen pernah berciuman bibir. Survai yang dilakukan belum lama ini juga menunjukkan 62,7 persen responden pernah berhubungan badan dan 21 persen di antaranya telah melakukan aborsi.

Di Bandung, hasil riset program Save The Children Jawa Barat mencatat, puluhan siswa SMP telah berprofesi menjadi pekerja seks komersial (PSK). Ironisnya, di antara para PSK remaja tersebut cukup dibayar dengan pulsa ponsel.

Fenomena ini cukup menjadi alasan kuat semua pihak untuk mencemaskan masa depan generasi penerus bangsa. Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief menyatakan, para remaja tersebut tidak paham betul apa itu kesehatan reproduksi.

"Remaja mengetahui proses reproduksi hanya sebatas hubungan badan. Jadi, mereka melakukannya pun hanya untuk bersenang-senang," kata Giri seperti dilansir okezone, baru-baru ini.

Sementara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari merasa, pendidikan seks di Indonesia sangat kurang. Linda, melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mendesak Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk memasukkan pelajaran reproduksi di sekolah agar pendidikan seks tidak tabu dibicarakan. Serta kasus peredaran video mesum mirip artis tidak terulang kembali.

"Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak siap membantu. Kami memiliki peralatan yang lengkap, seperti brosur dan buku maupun pelajaran reproduksi, terhadap anak," kata Linda.

Kegerahan berbagai kalangan ini dijawab Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh Nuh menyatakan, pendidikan seks diperlukan. "Sayangnya, pendidikan seks di Indonesia rasanya masih kurang tepat. Seharusnya materinya lebih diarahkan pada kesehatan reproduksi," jelas Nuh. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi ini meliputi fungsi organ reproduksi, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, hingga penyakit-penyakit pada sistem reproduksi manusia. "Jadi bukan sebatas intercourse," tegasnya.

Meski demikian, kalangan pendidik menyarankan, pendidikan seks sebaiknya diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran lain. Kepala SMKN 3 Pekanbaru, Riau, Helmiyati menyatakan, perlu penyesuaian untuk mencantumkan pendidikan seks ke dalam kurikulum pendidikan. "Tidak bisa dipungkiri, bicara masalah seks masih dianggap tabu, terutama di daerah. Tapi dari sisi keilmuan, pendidikan tersebut penting," jelas Helmy.

Senada dengan Helmy, Kepala Sekolah Khusus perempuan St's George, Malaysia, Sharifah Afifah Syed Abbas menyatakan, tidak setuju jika dibuat satu mata pelajaran khusus tentang seks. Seks adalah sesuatu yang alami. Guru memiliki kebebasan untuk berbicara dan memberi nasihat tentang apa yang benar dalam pendidikan seks.

Meski demikian, akan lebih baik jika pendidikan seks diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran lain seperti biologi. Materi pelajarannya pun seputar kesehatan reproduksi, termasuk bagaimana merawat dan mencegah penyakit dalam sistem reproduksi.

 Di Indonesia, selain memasukkan pengenalan kesehatan reproduksi secara keseluruhan dalam kurikulum sekolah, BKKBN juga telah membuat pusat informasi dan konseling remaja yang tersebar di 9.580 lokasi di seluruh Indonesia. Pusat informasi ini bertugas memberi sosialisasi tentang kesehatan reproduksi.


Sumber : Persis.or.id

28 May 2010

FatahKun

Lima Tips mendidik anak sholeh

Dalam sebuah riwayat, diceritakan bahwa ada seorang lelaki tua sedang berjalan-jalan di tepi sungai. Saat berjalan-jalan, terlihatlah olehnya seorang anak sedang mengambil wudhu sambil menangis. Lalu ia beratanya, “Wahai anak kecil, kenapa kamu menangis?”

Anak itu menjawab, “Wahai kakek, saya telah membaca ayat Al-Quran sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, “Yâ ayyuhal-ladzîna âmanû qû anfusakum,” yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu.” Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Berkata orang tua itu, “Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.”

Anak itu menjawab, “Wahai kakek, kakek adalah orang yang berakal, tidakkah kakek lihat kalau orang menyalakan api, maka yang pertama akan mereka letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa.”

Berkata orang tua itu, sambil menangis, “Sesungguh anak ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa, maka bagaimanakah keadaan kami nanti?”
 
Bayangkan bila saja yang diceritakan dalam potongan kisah tersebut adalah anak kita. Anak yang kita lahirkan dan besarkan dengan keringat dan jerih payah. Tentu betapa beruntung dan berbahagianya kita sebagai orang tua. Betapa pun banyak keringat yang telah tercucur, tenaga yang telah terkuras, pikiran dan waktu yang telah tersita, semua takkan ada apa-apanya dibandingkan dengan hasil yang kita peroleh, yaitu anak yang shaleh.

Memiliki anak shaleh merupakan dambaan setiap keluarga. Di samping sebagai penerus keturunan, kelak anak shaleh juga akan menjadi investasi di masa yang akan datang. Do’a-do’a anak shaleh adalah pahala yang akan terus mengalir tanpa henti. Ia akan menembus langit dan akhirnya sampai kepada kita sebagai orang tua sebelum ataupun sesudah kita mati.

Berkeinginan memiliki anak yang shaleh bukanlah khayalan. Siapa pun orangnya sama  memiliki kesempatan untuk mewujudkannya. Kehadiran anak shaleh dalam sebuah keluarga bukanlah mu’jizat atau turun dari langit dengan sendirinya. Ia akan hadir di tengah-tengah kita tiada lain merupakan buah dari usaha yang kita lakukan dalam mendidiknya. Bila kita berkeinginan dan berusaha keras mendidik anak agar menjadi anak yang shaleh, maka ia akan tumbuh sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tetapi jika tidak, keinginan untuk memiliki anak shaleh hanyalah sebuah angan-angan dan hayalan semata. 

Syaikh Abu Hamid Al Ghazali ketika membahas tentang peran kedua orangtua dalam pendidikan mengatakan: “Ketahuilah, bahwa anak merupakan amanat bagi kedua orangtuanya. Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan, dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang disodorkan kepadanya Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah kedua orang tuanya di dunia dari akherat, juga setiap pendidik dan gurunya. Tapi jika dibiasakan kejelekan dan dibiarkan sebagai mana binatang ternak, niscaya akan menjadi jahat dan binasa. Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Maka hendaklah ia memelihara mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik, menjaganya dari teman-teman jahat, tidak membiasakannya bersenang-senang dan tidak pula menjadikannya suka kemewahan, sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut bila dewasa.”

Berikut adalah beberapa metode dalam mendidik anak,  agar anak diharapkan dapat memiliki sikap dan perilaku yang baik serta sesuai dengan keinginan orang tua dengan berlandaskan norma dan agama.



1.Keteladanan


Keluarga, khususnya orang tua adalah figur awal bagi seorang anak untuk diikuti dan dicontoh perilakunya. Ketika anak mulai beranjak remaja, fungsi ini mulai bergeser kepada kelompok sebaya-nya ataupun figur-figur lain di luar keluarga, seperti tokoh-tokoh dalam film atau cerita. Oleh karena itu, sudah seharusnya orang tua dapat memberikan pondasi awal yang kuat tentang sikap dan perilaku yang positif. Dengan demikian kelak ketika anak dihadapkan kepada situasi yang sangat kompleks, anak akan lebih siap dan konsisten terhadap pendiriannya.

Agar tujuan ini terwujud, maka tentunya harus ada keteladanan dari orang tua. Ingatlah suatu perbuatan orang tua tidak akan efektif bila hanya terjadi komunikasi satu arah. Berilah contoh yang kepada anak mengenai perilaku yang baik dari orang tua mereka sehari-hari. Ini bisa dimulai dengan hal-hal yang biasa sehari-hari kita lakukan di rumah. Dengan begitu, kedepan diharapkan anak akan dapat mulai sedikit demi sedikit mencontoh perilaku yang positif dari orang tuanya.



2.Pembiasaan

Setelah adanya contoh yang baik dari orang tua, maka perlu dilakukan pembiasaan dari perilaku-perilaku yang telah dilakukan tadi. Hal ini penting karena dihawatirkan bila orang tua saat tak ada disisi mereka, perilaku-perilaku yang anak lakukan akan dapat berubah kembali. Dengan adanya pembiasaan, maka perilaku positif tersebut akan menjadi tabiat positif anak sehingga ada atau tidak ada orang tua, hal-hal positif tetap mereka lakukan.



3.Nasihat

Selanjutnya adalah nasihat. Dikala proses diatas berlangsung, orang tua juga harus senantiasa memberikan pengertian-pengertian ataupun pemahaman-pemahaman kepada anak mengapa suatu perilaku itu harus dilakukan, apa manfaatnya, baik untuk diri sendiri dan yang terpenting untuk orang lain.



4.Kontrol
Setelah langkah-langkah di atas berjalan dengan baik, maka selanjutnya adalah kontrol dari orang tua. Dalam pelaksanaannya, kontrol yang dilakukan mesti dijalankan secara arif dan bijaksana, tidak dengan membuat posisi anak menjadi tersudut, sehingga kontrol justru tidak menjadi efektif.



5. Reward and Punishment

Yang terakhir adalah memberikan hadiah dan hukuman. Di samping poin-poin di atas, tips kelima ini juga tak kalah pentingnya untuk menumbuhkan minat dan tanggung jawab pada anak. Namun dari pada itu, sebelumnya harus dingat oleh para orang tua bahwa pemberian hukuman kepada anak dimaksudkan untuk mendidik anak bukan untuk menyudutkan apalagi melukai fisik.

Hukuman yang diberikan tidak hanya semata-mata berbentuk fisik, tetapi juga bisa dilakukan hal-hal lain seperti dengan pengurangan hak, atau pemberian suatu tugas tambahan. Andaikata hukuman fisik terpaksa diberikan, maka harus diperhatikan bahwa cubitan kecil ataupun pukulan ringan bisa bisa diberikan dengan syarat: tidak boleh di bagian-bagian vital anak, tidak boleh pada bagian atas tubuh(perut, dada, leher, kepala, punggung) dan tidak boleh meninggalkan bekas. Huallohu a’lam.

 Sandi Susandi

Sumber : Persis.or.id